
AMUNTAI- Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), berupa untuk menurunkan Stunting di Kabupaten HSU. Dengan strategi penurunan stunting melalui Gerakan Masyarakat peduli stunting.
Hal tersebut diungkap oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten HSU dr Mochammad Yandi Friyadi MM di Amuntai, Rabu (9/10/24)
Kadinkes HSU ini mengatakan, latar belakang gas ful stunting di kabupaten HSU ini, karena rendahnya kuantitas dan kualitas kesehatan ibu, bayi dan balita, sehingga masih tinggi kematian ibu bayi dan balita.
Selain itu, ujarnya masih tinggi tuberculosis di masyarakat, upaya perbaikan gizi, pemberdayaan di masyarakat melalui gerakan masyarakat hidup sehat masih rendah. Masih banyaknya jamban-jamban apung dipinggiran sungai
Mantan Direktur RSUD PB Amuntai ini menambahkan, terobosan baru dalam penurunan stunting harus melibatkan masyarakat. “Dengan keterlibatan masyarakat, makan penurunan stunting di kabupaten HSU dapat dilakukan, “ ujar Kadinkes HSU ini.
Kadinkes HSU ini menjelaskan, pancangan protekt penurunan dan strategi penurunan stunting di kabupaten HSU, harus melalui gerakan masyarakat peduli stunting.
Ada lima kebijakkan, yang dilakukan, diantaranya, sebut dr Yandi panggilan akrabnya. Pemeriksaan kesehatan ditingkat kecamatan dengan berbasis masyarakat.
Terus, gerakan WC sehat dengan bekerjasama dengan TNI, yakni Kodim 1001 HSU-BLGHSU-BLG dan masyarakat peduli stunting, sedekah protein hewani dari masyarakat, perusahaan dan aparatur sipil negara.
“Juga sungai harus bebas jamban apung. Peningkatan partisipasi masyarakat melalui suami sayang ibu dan anak, “ Katanya dr Yandi. (suf/mb03)

