Mata Banua Online
Minggu, April 19, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Banjarmasin Panen Raya Padi dengan Metode Baru

by Mata Banua
7 Oktober 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2024\Oktober 2024\8 Oktober 2024\5\hal 5\Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina didampingi unsur Forkopimda.jpg
WALIKOTA Banjarmasin H Ibnu Sina didampingi unsur Forkopimda saat ikut melaksanakan panen raya padi di persawahan di Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Sabtu (5/10). (foto:mb/Ant/hms pemko)

 

BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina mengikuti panen raya padi dengan metode baru penanaman, yakni untuk jenis padi lokal Siam Mayang.

Berita Lainnya

Yamin: Birokrasi Harus Lebih Cepat dan Responsif

Yamin: Birokrasi Harus Lebih Cepat dan Responsif

16 April 2026
PAM Bandarmasih Siap Antisipasi El Nino Gozila

PAM Bandarmasih Siap Antisipasi El Nino Gozila

16 April 2026

Disampaikan Ibnu Sina di Banjarmasin, Sabtu, panen raya padi yang banyak diminati masyarakat itu di persawahan di Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan pada hari ini.

“Panen raya yang hasilnya bagus,” ujarnya.

Menurut dia, panen raya dengan pengembangan metode baru penanaman padi di daerahnya, menghasilkan 5,5 ton per hektare Gabah Kering Panen (GKP).

“Pengembangan metode baru penanaman ini kita beri dukung untuk petani,” ujarnya.

Kenapa demikian, ucap Ibnu Sina, hasil panen raya ini bukan hanya soal hasil bertani, melainkan bagian dari strategi pemerintah kota untuk menstabilkan harga pangan.

“Inflasi yang terkendali akan memberi dampak positif tidak hanya kepada konsumen, tapi juga bagi petani. Panen padi ini jadi salah satu cara kami menjaga keseimbangan itu,” ujarnya.

Dijelaskan lebih lanjut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin Yuliansyah Effendi, metode baru yang diterapkan dalam penanaman adalah sistem jajar legowo 2:1.

Menurut dia, cara ini terbukti lebih efisien, karena jarak tanam antar baris diatur sedemikian rupa untuk memaksimalkan sinar matahari dan sirkulasi udara, sehingga tanaman bisa tumbuh lebih optimal.

“Kami akan terus memberikan edukasi kepada para petani agar mereka mau mencoba metode ini. Jika mereka berhasil menanam dua kali setahun, otomatis produksi dan pendapatan mereka akan naik,” tutur Yuliansyah.

Karena daerahnya kini juga menggalakkan penanaman padi IP 2 atau Indeks Pertanaman 2, yakni, sistem yang memungkinkan petani menanam dua kali dalam setahun.

“Ini merupakan tindakan proaktif dengan memulai penanaman padi IP 2,” ujarnya. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper