Mata Banua Online
Minggu, April 19, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Disperdagin Sediakan 64 Lapak bagi Pedagang

by Mata Banua
3 Oktober 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2024\Oktober 2024\4 Oktober 2024\5\hal 5\Lapak yang dipersiapkan oleh Disperdagin Banjarmasin.jpg
LAPAK yang dipersiapkan oleh Disperdagin Banjarmasin untuk para pedagang korban kebarakan di Pasar Lima Banjarmasin, beberapa bulan yang lalu. (Foto:mb/jejakrekam)

 

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin hanya akan prioritaskan pedagang yang taat membayar retribusi, untuk tempati pasar sementara di Pasar Lima.

Berita Lainnya

Yamin: Birokrasi Harus Lebih Cepat dan Responsif

Yamin: Birokrasi Harus Lebih Cepat dan Responsif

16 April 2026
PAM Bandarmasih Siap Antisipasi El Nino Gozila

PAM Bandarmasih Siap Antisipasi El Nino Gozila

16 April 2026

Sebagaimana diketahui, pasar sementara yang terletak di Jalan Pasar Baru, Kelurahan Kertak Baru Ilir, Banjarmasin Tengah ini, dibangun oleh Disperdagin Kota Banjarmasin sebagai bentuk penanganan sementara akibat dampak kebakaran yang menghanguskan ratusan kios, pada Juli 2024 yang lalu.

Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar menerangkan, pembangunan sendiri hanya dilakukan pada bagian atap saja. “Tahap pertama ini kita bangunkan atap saja dulu. Karena di tahun ini anggaran kita hanya tersedia untuk pemeliharaan saja,” ucap Tezar, Rabu (2/10), seperti dikutip jejakrekam.com.

Sementara untuk bagian lantai maupun dinding sekatnya, Tezar mempersilakan para pedagang yang akan menempati agar bisa membangun sendiri.

Namun untuk para pedagang yang akan menempati lapak itu nantinya, dikatakan Tezar hanya akan diprioritaskan bagi pedagang yang taat membayar retribusi pasar. “Mohon maaf juga kami mengambil kebijakan, bahwa pedagang yang terpilih ini adalah pedagang yang kita prioritaskan. Karena mereka membayar retribusi,” ungkapnya.

Pihaknya hanya akan mengakomodir atau menyediakan sebanyak 64 lapak saja pada bangunan pasar sementara tersebut. “Sehingga dari total 95 pedagang. 35 dari tahap satu, dan 60 di tahap dua. Jadi ada sekitar 31 pedagang yang tidak bisa kami akomodir,” jelasnya.

Dia pun berharap, dari kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi para pedagang yang lain agar bisa membayar retribusi secara rutin. “Agar ini dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk kepentingan pedagang dan pembangunan Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Di sisi lain, karena adanya musibah kebakaran yang menimpa sejumlah pedagang di kawasan Pasar Lima. Pihaknya akan menghentikan sesaat penarikan retribusi bagi pedagang di sana.

Yang mana penghentian penarikan retribusi ini akan dilakukan pihaknya hingga akhir Tahun 2024 nanti. Ini otomatis akan menghilangkan sejumlah pendapatan yang masuk ke kas daerah. “Mungkin sekitaran Rp 20 -Rp 30 juta, karena memang tidak terlalu banyak di situ (pedagang). Toko dan bangunannya sebagian besar kecil dan masuk dalam kelas B,” terangnya. jjr

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper