Mata Banua Online
Senin, April 13, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

46 Perusahaan Kantongi Ijin Impor 1,3 Juta Sapi

by Mata Banua
26 September 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\September 2024\27 September 2024\7\Halman ekonomi (27 Sept )\hal 7 - 2 klm (KIRI).jpg
(foto:mb/web)

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat 46 perusahaan akan mendatangkan 1,3 juta ekor sapi hidup ke Indonesia untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi unggulan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Adapun jumlah perusahaan itu meningkat dari yang sebelumnya cuma 40 perusahaan.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mngatakan dari semua menu makan bergizi gratis yang dinaungi Kementan, Indonesia masih kekurangan susu dan daging.

Berita Lainnya

Belum Ada Titik Temu Kenaikan UMP 2026

Kedelai Impor Ditahan di Harga Rp11.500 per Kg

12 April 2026
Harga Emas Antam di Pegadaian Naik

Harga Emas Antam di Pegadaian Naik

12 April 2026

Oleh karena itu, ia menyambut baik komitmen investasi dari perusahaan-perusahaan tersebut. “Kami sampaikan kita sudah ada 46 perusahaan yang siap. Kita siap dan kmitmen mendatangkan sapi hidup. Sifatnya investasi jadi kita enggak keluarkan APBN,” kata Sudaryono di Kantor Kementan.

Ia tak merinci secara detil perusahaan mana saja yang akan mendatangkan sapi. Namun, Sudaryono menyebut terdapat beberapa perusahaan yang terafiliasi dengan Australia.

Lebih lanjut, Sudaryono menjelaskan impor sapi itu tak akan merugikan peternak lokal. Sebab, mereka juga bakal dilibatkan dalam engelola sapi impor tersebut.

“Saya sudah bicara dengan beberapa perusahaan, ujung-ujungnya itu dia tak akan pelihara semua. Ujung-ujungnya akan (dialihkan) ke kelompok-kelompok yang petani lokal,” jelas Sudaryono.

Ia mengatakan petani lokal dilibatkan untuk memelihara sapi impor lantaran hewan itu akan di sebar ke seluruh I. Dengan begitu, sapi impor tak terkonsentrasi di satu daerah saja.

Pasalnya, kata Sudaryono, sapi tersebut harus berada dekat dengan daerah penerima program makan bergizi gratis. “Karena gak mungkin yang makan di mana, terus peternakannya di mana. Nah, itu sebagian didekatkan pada market,” ucapnya.cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper