Mata Banua Online
Sabtu, April 18, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Sekolah Rusak Diperbaiki Bertahap

by Mata Banua
23 September 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2024\September 2024\24 September 2024\5\hal 5\SDN Kebun Bunga yang atapnya hangus karena musibah kebakaran.jpg
SDN Kebun Bunga yang atapnya hangus akibat musibah kebakaran.(foto:mb/dok)

BANJARMASIN – Sejumlah bangunan sekolah khususnya bangunan Sekolah Dasar (SD) di Banjarmasin mengalami kerusakan, akan diperbaiki secara bertahap. Kerusakan itu di antaranya karena bangunannya sudah tua, dan ada juga akibat terkena musibah seperti kebakaran atau bencana alam banjir/ terendam.

Sebut saja, SDN Mawar 7 mengalami lantai jebol, SDN Karang Mekar 1, SDN Kebun Bunga 9 dan SDN Melayu 5 (kebakaran), SDN Basirih 10 dengan masalah halaman tergenang.

Berita Lainnya

Yamin: Birokrasi Harus Lebih Cepat dan Responsif

Yamin: Birokrasi Harus Lebih Cepat dan Responsif

16 April 2026
PAM Bandarmasih Siap Antisipasi El Nino Gozila

PAM Bandarmasih Siap Antisipasi El Nino Gozila

16 April 2026

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Ahmad Baihaqi mengatakan, masalah yang kini dihadapi adalah memaksimalkan anggaran perbaikan sekolah rusak itu. “September – Desember ini masih dalam anggaran perubahan, sehingga perbaikan dilakukan dengan anggaran terbatas,” kata Baihaqi, usai menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW bersama guru se- Banjarmasin Utara, Senin (23/9).

Menurutnya, beberapa sekolah ditangani dengan perbaikan urgent agar kerusakannya tidak tambah parah dan aktivitas sekolah tetap berjalan dan aman. “Seperti SDN Mawar 7 kan jebolnya sudah diperbaiki dan siswa pun bisa belajar meskipun sementara dengan sistem shift,” katanya.

Sedangkan untuk SDN Melayu 5 masih aktif belajar meskipun juga pakai shift. “Mengingat muridnya juga sedikit, sehingga bisa saja memakai ruang kelas lain,” jelasnya.

Pihaknya pun mengalokasikan anggaran rehab sekolah seefesien mungkin. ” Jika misalnya sekolah itu masih banyak muridnya maka dilakukan perbaikan maksimal, namun jika terus berkurang seperti SDN Melayu, mungkin akan dilakukan regrouping dengan sekolah di sekitarnya, “jelasnya. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper