Mata Banua Online
Sabtu, April 18, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Hindari Pakai Baju Berkali-kali tanpa Dicuci, Dokter Ungkap Bahayanya

by Mata Banua
18 September 2024
in Mozaik
0
D:\2024\September 2024\19 September 2024\Halaman 1-11 Kamis\hindari.jpg
(foto:mb/web)

 

Sebagian orang acap kali mengenakan pakaian yang sama berkali-kali tanpa mencucinya secara rutin. Hal ini seolah dianggap sepele, padahal sebenarnya bisa berdampak serius pada kesehatan kulit.

Berita Lainnya

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

10 Februari 2026
5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

10 Februari 2026

Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr Dia Febriani, menjelaskan bahwa pakaian yang tidak dicuci secara rutin akan menjadi sarang pertumbuhan jamur dan bakteri yang bisa memicu gatal, ruam, jerawat serta masalah kulit lainnya. Selain itu, bagi penderita kulit sensitif, memakai pakaian yang tidak bersih juga bisa menyebabkan dermatitis kontak –peradangan kulit yang ditandai dengan ruam kulit yang gatal dan kemerahan.

“Pakaian kotor bisa jadi media pertumbuhan bakteri, parasit, yang bisa menimbulkan masalah pada kulit. Kenapa itu terjadi? Karena pakaian itu setiap saat menempel, bersentuhan dengan kulit kita, jadi ya pasti kalau pakaian kotor akan memaparkan bakteri ke kulit kita,” kata dr Dia dalam konferensi pers peluncuran mesin cuci Toshiba Lifestyle di Jakarta, Jumat (13/9/2024).

Dokter juga menyoroti bagaimana pakaian yang telah dicuci masih bisa menjadi ancaman penyakit. Ia menjelaskan bahwa proses pencucian yang tidak benar dan tidak bersih dapat menyisakan residu deterjen dan kotoran yang berbahaya bagi kesehatan kulit.

“Beberapa pasien dermatitis yang datang ke saya itu, setelah diobservasi, ternyata pemicunya dari baju sendiri. Kemungkinan mencucinya itu kurang bersih, sehingga sisa-sisa residu dari detergen itu masih tersisa di pakaian. Bagi yang kulit sensitif, residu itu bisa menyebabkan ruam dan masalah kulit,” kata dokter.

Sebagai upaya pencegahan, dokter menyarankan untuk lebih telaten saat mencuci pakaian. Adapun jika pakaian masih menyisakan bekas noda, atau mengeluarkan aroma yang tidak sedap, itu adalah tanda bahwa pakaian belum bersih sepenuhnya.

“Apalagi kalau baju olahraga, itu sering kali sudah dicuci masih kurang enak baunya, itu jadi pertanda kurang bersih. Jadi memang penting pakai alat yang menunjang untuk mencuci,” kata dr Dia.

Selain kebersihan pakaian, dr Dia mengungkapkan bahwa kesehatan kulit juga perlu ditunjang dengan menerapkan pola hidup sehat. Olahraga teratur hingga konsumsi makanan sehat dan bergizi dapat membantu menjaga kesehatan kulit.

“Kulit sehat itu menjadi pancaran dari kesehatan tubuh secara menyeluruh. Jadi sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit,” kata dokter. rep

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper