Mata Banua Online
Sabtu, April 11, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Peran Strategis Kalimantan dalam Transformasi Ekonomi Hijau

by Mata Banua
10 September 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\September 2024\11 September 2024\7\7\Halman ekonomi (11 Sept )\hal 7 - 2 klm (bawah).jpg
FOTO BERSAMA – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi berfoto bersama disela acara Green Seminar 2024.(foto: mb/ist)

 

BANJARMASIN – Dalam upa­ya untuk memajukan transisi ener­gi dan mendukung ekonomi hi­jau di Pulau Kalimantan, Kan­tor Perwakilan Bank Indonesia Pro­vinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Green Se­mi­nar 2024.

Berita Lainnya

Beras 5 Kg Tak Sesuai Takaran

Harga Buyback Emas Antam Naik 10,38 Persen

9 April 2026
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp85.200

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp85.200

9 April 2026

Seminar ini dihadiri oleh ber­bagai stakeholder termasuk pe­merintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat umum, un­tuk membahas strategi dan ini­siatif dalam menghadapi tan­ta­ngan perubahan iklim dan me­ngoptimalkan potensi energi terbarukan.

KepalaPerwakilan Bank In­do­nesia Provinsi Kalimantan Se­latan, Fadjar Majardi, dalam sam­butannya menekankan bah­wa Green Seminar 2024 me­ru­pakan kelanjutan dari Seminar In­ternasional 2023 dan ki­ni­ semakin berfokus pada pem­ben­tukan perilaku hijau di mas­ya­rakat. Ia juga menyoroti pen­ti­ngnya sinergi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, bisnis, perbankan, LSM, dan mas­yarakat lokal, dalam men­du­kung pembangunan berk­e­lan­jutan. Fadjar berharap bahwa bran­ding baru dari seminar ini akan mempermudah pemahaman dan implementasi konsep eko­nomi hijau, serta memperkuat upa­ya menuju pembangunan ber­kelanjutan di Kalimantan Selatan.

“Komitmen Bank Indonesia untuk terus memperkuat ke­bi­jakan stabilisasi harga dan pe­ng­embangan pembiayaan hijau, ser­ta mendukung transformasi sis­tem keuangan hijau di In­do­nesia. Greenovation, yang di­lun­curkan pada seminar in­ter­na­si­onal tahun lalu, juga men­da­pat­kan perhatian khusus sebagai upa­ya untuk mnjaring ide in­o­va­tif dan proyek implementatif da­lam ekonomi hijau,” ujar Fadjar di Banjarmasin, Selasa (10/9).

Sebagai bagian dari seminar ini Prof. Kornelis Blok, anggota pa­n­el IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) men­yam­paikan keynote speech me­ng­enai urgensi transisi energi dan pengurangan emisi gas ru­mah kaca untuk menghadapi pe­ru­bahan iklim global. Prof. Blok menekankan bahwa dunia, ter­masuk Indonesia, perlu me­ngurangi emisi CO2 hingga nol pa­da pertengahan abad ini.

Ia menggaris bawahi dam­pak perubahan iklim yang se­ma­kin nyata, seperti fenomena cua­ca ekstrem dan bencana alam y­a­ng global.Prof. Blok me­m­be­ri­kankabarbaikbahwa 30% lis­trik dunia kini dihasilkan dari ener­gi terbarukan, dengan per­tu­m­buhan signifikan pada tenaga ang­­in dan matahari.

Ia mencatat bahwa China me­mimpin dalam instalasi energi terbarukan global, diikuti oleh Eropa dan kawasanlainnya.

“Meski demikian, energi te­rarukan lain seperti bioenergi, panas bumi, dan tenaga air juga akan berperan penting dalam sis­tem tenaga listrik Indonesia,” jelasnya.

Gubernur Provinsi Ka­li­man­tan Selatan, Sahbirin Noor dalam sambutan yang dibacakan Agus Dyan Nur staf Ahli bidang Eko­nomi dan Pembangunan me­ng­ap­resiasi Green Seminar 2024 se­bagai langkah penting dalam mendukung inisiatif hijau dan trans­formasi ekonomi di Ka­li­mantan Selatan.

Paman Birin juga mem­be­ri­kan dukungan penuh terhadap Greenovation sebagai kompetisi ya­ng bertujuan menjaring ide ino­vatif dalam ekonomi hijau dan menggarisbawahi komitmen Pe­merintah Provinsi Kalimantan Se­latan untuk mendukung trans­formasi menuju ekonomi ber­kelanjutan. “Kita memiliki po­tensi besar untuk me­ng­em­bangkan ekonomi hijau dan men­jadi contoh nyata bagi dae­rah lain di Indonesia,” tutupnya. rds/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper