Mata Banua Online
Jumat, April 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

JK: Nadiem Tak Pernah ke Daerah dan Jarang ke Kantor

Usulkan Mendikbudristek Nanti Orang Hebat di Bidang Pendidikan

by Mata Banua
8 September 2024
in Headlines
0
Jusuf Kalla

Jakarta – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengkritik keras Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud) Nadiem Makarim karena tak pernah turun ke daerah hingga jarang ke kantor.

Hal tersebut disampaikan JK dalam acara ‘Menggugat Kebijakan Anggaran Pendidikan’ yang disiarkan di kanal YouTube TV Parlemen, Sabtu (7/9), seperti dikutip CNNIndonesia.com. JK awalnya mengulas mantan menteri pendidikan di RI.

Berita Lainnya

Perubahan Ongkos Tidak Dibebankan pada Jemaah Haji

Perubahan Ongkos Tidak Dibebankan pada Jemaah Haji

9 April 2026
Praperadilan Kajari dan Kasi Intel HSU Tak Diterima

Praperadilan Kajari dan Kasi Intel HSU Tak Diterima

9 April 2026

“Coba cari, siapa menteri pendidikan selama ini. Menteri pendidikan pertama Ki Hajar Dewantoro, orang hebat, mendirikan taman siswa. Itu lah cikal bakal dari prinsip pendidikan kita. Ada Pak Soemantri, ada Syarief Thayeb, Daoed Joesoef, Fuad Hasan, semua orang hebat di bidang pendidikan,” kata JK.

JK juga menyinggung nama Muhadjir Effendy hingga Anies Baswedan, menteri pendidikan sebelum Nadiem.

“Ada Pak Juwono, Abdul Malik Fadjar, semua ahli-ahli pendidikan. Ada Muhadjir, ada Pak Nuh Rektor ITS, ada Anies Rektor Universitas Paramadina,” katanya.

JK menyinggung Nadiem, menteri saat ini. Menurutnya, Nadiem tak memiliki pengalaman di bidang pendidikan hingga jarang ke kantor.

“Ada kemudian Mas Nadiem, yang tidak punya pengalaman pendidikan, tidak pernah datang ke daerah, jarang ke kantor,” ujarnya.

Pernyataan itu mendapat sambutan riuh peserta yang hadir.

“Ini kementerian, (namanya) sekarang panjang, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi, luas sekali, banyak sekali, dipimpin orang yang jarang ke kantor,” ujar JK.

“Minta maaf ya, karena saya minta ketemu tapi ketemunya di apartemen. Saya katakan aja supaya yang ke depan jangan begitu pilih menteri. Karena bagaimana, berapa puluh anggaran dikasih kalau CEO-nya begini, bagaimana bisa jadi,” imbuhnya.

Jusuf Kalla pun kemudian menyampaikan usul soal sosok Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud) pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto nanti.

“Sosok Mendikbudristek ke depannya harus dikembalikan ke jalur yaitu dari tokoh yang merupakan orang-orang hebat dan biasa berkecimpung di dunia pendidikan dan riset,” harapnya. web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper