Mata Banua Online
Jumat, April 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Membentuk Generasi Emas: Peran Vital Disdikpora dalam Pengembangan Pemuda

by Mata Banua
8 September 2024
in Opini
0

Oleh: Rifqoh Rona Rosyada (Mahasiswa Pendidikan Kimia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

Sebagai kota pelajar, sekitar 20% dari total populasi Yogyakarta adalah mahasiswa, menciptakan lingkungan yang dinamis untuk pengembangan pemuda. Selain itu, inisiatif lingkungan yang dipimpin pemuda di Yogyakata telah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai hingga 30% dalam 2 tahun terakhir. Oleh karena itu, Pembinaan kepemudaan sangat penting untuk pengembangan sumber daya manusia karena pemuda adalah aset bangsa dan modal Pembangunan masa depan dengan tujuan pembinaan yang tepat dapat mengoptimalkan potensi dan bakat pemuda.

Berita Lainnya

Arak-arakan Pegon, Tradisi Turun Temurun Warga Pesisir Selatan Jember

Arak-arakan Pegon, Tradisi Turun Temurun Warga Pesisir Selatan Jember

7 April 2026
Belum Ada Titik Temu Kenaikan UMP 2026

Menghidupkan Kembali Kejayaan Pelabuhan Panarukan

7 April 2026

Peran Disdikpora dalam melakukan pembinaan pemuda sebagai perencana dan mengimplementasi program, pengembangan minat dan bakat, fasilitator organisasi kepemudaan dan lain sebagainya. Salah satu fungsi bidang kepemudaan yaitu melaksanakan program dengan tanggung jawab menyelenggarakan program- program unggulan yang sedang dijalankan. Salah satu program yang dilaksanakan ketika saya melaksanakan magang di bidang kepemudaan disdikpora adalah kegiatan jambore pemuda daerah 2024 dengan tema “ubah plastik jadi estetik”. Kegiatan ini berhubungan dengan isu permasalahan yang sedang ramai di Yogyakarta mengenai sampah yang semakin banyak dan sangat mengkhawatirkan bagi penduduk setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak para pemuda untuk ikut berkontribusi dalam pengelolaan dan pengolahan sampah anorganik di kota Yogyakarta.

Pengembangan kepemudaan memiliki peran penting bagi masa depan daerah dan bangsa karena pemuda adalah generasi penerus perubahan Masyarakat. Mereka diharapkan dapat mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh bangsa, seperti kemiskinan, pengangguran, dan perubahan iklim. dengan dukungan yang tepat dalam pendidikan dan pelatihan, pemuda dapat berkontribusi secara signifikan terhadap Pembangunan daerah dan negara.

Selain itu, pemuda memiliki kemampuan untuk menggerakkan perubahan sosial dan kesadaran lingkungan. Dengan mengedukasi diri dan masyarakat tentang isu- isu lingkungan dan sosial mereka dapat menjadi pelopor dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Disdikpora sebagai lembaga pendidikan kepemudaan dan olahraga di pemerintahan indonesia bertanggung jawab untuk menyusun kebijakan, pedoman dan petunjuk teknis terkait pengembangan kepemudaan.

Selain itu, Disdikpora juga melakukan koordinasi berbagai program kepemudaan dengan instansi terkait, baik di tingkat lokal maupun nasional. Salah satu program yang dilakukan adalah Pemberdayaan Organisasi Kepemudaan dengan membina dan memberdayakan organisasi kepemudaan yang ada di daerah. Program ini dilakukan melalui pelatihan, pendampingan dan fasilitasi agar organisasi tersebut dapat berfungsi secara efektif dalam mengembangkan potensi pemuda seperti program peningkatan kapasitas organisasi kepemudaan tingkat daerah.

Keberhasilan Program Pemberdayaan Organisasi Kepemudaan ini dapat diukur dari Tingkat partisipasi pemuda dalam kegiatan organisasi. Organisasi yang berhasil dalam pemberdayaan cenderung memiliki anggota yang aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, baik di Tingkat lokal maupun regional. hal ini mencerminkan bahwa pemuda merasa memiliki dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

Namun, dalam melaksanakan pemberdayaan organisasi kepemudaan, terdapat berbagai tantangan yang sering dihadapi. Salah satu tantangan terbesar adalah kurangnya kesadaran di kalangan pemuda dan masyarakat tentang pentingnya pemberdayaan pemuda. Banyak pemuda yang tidak memahami potensi dan peran mereka dalam Pembangunan, Sehingga mereka kurang berpartisipasi dalam program- program yang ada.

Selain itu, keterbatasan sumber daya, baik dari segi finansial maupun material, sering menjadi hambatan dalam pelaksanaan program. Tanpa dukungan anggaran memadai, sulit untuk menyelenggarakan pelatihan, kegiatan, dan inisiatif yang dapat memberdayakan pemuda secara efektif. Untuk mengatasi tantangan- tantangan yang dihadapi dalam melaksanakan program pemberdayaan organisasi kepemudaan, Disdikpora dapat melakukan beberapa upaya, salah satunya melakukan peningkatan kesadaran dan pemahaman dengan melakukan kampanye dan sosialisasi yang intensif terutama kepada pemuda, tentang pentingnya pemberdayaan pemuda. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui media massa, media sosial, dan acara- acara di masyarakat untuk menyampaikan pesan- pesan positif mengenai peran pemuda dalam pembangunan.

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper