Mata Banua Online
Senin, April 6, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Kerap Ingin BAB Setelah Makan? Ini Penjelasan Medisnya

by Mata Banua
28 Agustus 2024
in Mozaik
0
D:\2024\Agustus 2024\29 Agustus 2024\11\Halaman 1-11 Kamis\kerap.jpg
(foto:mb/web)

 

SEBAGIAN besar orang membutuhkan waktu tertentu untuk mencerna makanan setelah masuk ke dalam tubuh. Akan tetapi ada beberapa orang yang langsung ingin Buang Air Besar (BAB) setelah selesai makan.

Berita Lainnya

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

10 Februari 2026
5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

10 Februari 2026

Kondisi ini membuat kebanyakan orang merasa bahwa perutnya baru saja terisi makanan, tetapi makanannya langsung dikeluarkan begitu saja.

Dokter sekaligus Konten Kreator Kesehatan, dr. Joseph Salhab menjelaskan hal tersebut melalui TikTok pribadinya. Dia menerangkan bahwa dorongan ingin pergi ke toilet untuk buang air besar setelah makan disebut dengan refleks gastrokolik.

“Ketika Anda merasa seperti harus pergi ke toilet untuk buang air besar setelah makan, ini bisa disebut refleks gastrokolik,” kata dr. Joseph, dikutip dari unggahan dalam akun TikTok @thestomachdoc, Jumat (23/08/2024).

Refleks gastrokolik merupakan sebuah refleks otomatis yang terjadi di usus untuk melepaskan hormon dan sinyal ke otak. Tujuannya agar usus bisa bekerja lebih aktif serta mengosongkan saluran cerna.

“Bahwa ketika perut mulai terisi, dapat mengirimkan sinyal ke usus besar untuk berkontraksi. Agar membuat ruang untuk makanan,” katanya.

Usus besar menjadi area tinja dan air disimpan, dia mulai mendorong keluar makanan dan cairan yang sudah dicerna. Beberapa orang mungkin lebih sensitif terhadap refleks ini, dapat mengakibatkan kondisi IBS semakin parah. Dalam kontennya, dr. Joseph menyarankan untuk mengatasi hal tersebut dengan diet FODMAP.

“Jika ini menyebabkan masalah bagi Anda maka beberapa hal yang dapat Anda lakukan adalah mematuhi diet rendah FODMAP. Terdapat daftar makanan khusus yang mungkin bisa mengurangi gejela anda,” kata dr. Salhab melalui TikToknya.

“Hal lain yang dapat Anda coba dan lakukan adalah menghindari minuman berkarbonasi, minuman tinggi gula, alkohol, makanan jeruk tertentu, terkadang susu juga, dan makanan yang digoreng atau berlemak,” katanya.

Penting untuk diingat bahwa kondisi tubuh setiap orang berbeda dan tidak ada rekomendasi menyeluruh. Sebaiknya mencari tahu tentang makanan yang akan dimakan, apakah makanan tersebut bisa memengaruhi tubuh Anda.

Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang dengan klik disini dan nantikan kejutan menarik lainnya. okz

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper