Mata Banua Online
Senin, April 6, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Walikota Sarankan Masuk Kampung Ketupat Gratis

by Mata Banua
25 Agustus 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2024\Agustus 2024\26 Agustus 2024\5\hal 5\Kampung ketupat ketika dibuka oleh Walikota Ibnu Sina bebera waktu lalu.jpg
KAMPUNG ketupat ketika dibuka oleh Walikota Ibnu Sina beberapa waktu lalu.( Foto:mb/dok/ist)

BANJARMASIN – Sempat ramai diawal-awal 2024, seiring waktu destinasi kampung ketupat semakin sepi pengunjung bahkan tutup. Pihak pengelola PT Juru Supervisi Indonesia menargetkan dioperasionalkan lagi pada Juni lalu, namun tak kunjung terealisasi.

Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina mengungkapkan telah melakukan pertemuan dengan investor dan menyampaikan kendala yang mereka hadapi.

Berita Lainnya

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

5 April 2026
Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

5 April 2026

“Mereka menyampaikan tentang gagal pengelolaan. Tapi karena kerja sama dengan Pemko selama 5 tahun ke depan, jadi mereka berupaya cari pengelola baru,” kata Ibnu, akhir pekan lalu.

Dari situ, PT Juru Supervisi mencoba menggandeng pengelola lokal yang paham dengan bagaimana pariwisata Banjarmasin, sebab tipikal orang sini beda dengan orang luar.

“Mungkin pola harus dipahami karena dalam pengelolaan wisata ada tipikal dan khasnya di kawasan Banjarmasin ini,” ujarnya.

Ia juga berpendapat bahwa dalam pngelolaan wisata di Banjarmasin agar tidak berbayar lagi alis gratis saat memasuki area Kampung Ketupat. Namun, bisa saja nanti baru dipungut bayaran dengan mengoptimalkan fasilitas bermain.

“Termasuk makanan yang disajikan sesuai standar. Paling tidak sesuai lidah Banjar. Misalnya yang legend-legend itu bisa direkrut untuk berjualan di sana,” jelasnya.

Menurutnya, berbeda dengan wisata Pulau Jawa yang tetap banyak pengunjung meski ada tarif masuknya.

Namun itu tak berlaku di Kota Banjarmasin hingga memang harus dievaluasi dan disesuaikan agar bisa menarik wisatawan untuk datang.

“Paling penting itu jangan bayar, tapi dimaksimalkan wahana bermain dan makanannya disana. Insya Allah orang akan tertarik datang,” tuturnya.

Mengingat kegagalan pengelola terjadi sudah terjadi dua kali, ia berharap pengelola bisa belajar dan tentunya berharap Kampung Ketupat bisa kembali operasional. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper