
BANJARMASIN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sangat memerlukan media massa dalam menjalankan fungsi pengawasan terhdap pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024.
Apalagi Bawaslu Republik Indonesia (RI) menetapkan Kalimantan Selatan (Kalsel) sebagai provinsi dengan pemberitaan terbanyak selama Pemilu 2024. Hal tersebut disampaikan Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kalsel, Thessa Aji Budiono saat Rapat Evaluasi Kehumasan Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota se Kalsel di Hotel Nasa Banjarmasin, Sabtu (24/8) malam.
“Alhamdulillah, Kalsel peringkat pertama pemberitaan terbanyak selama Pemilu 2024. Pemberitaan itu diterbitkan oleh internal maupun eksternal,” ujar Thessa.
Meminjam data Bawaslu, Kalsel bertengger di peringkat pertama dengan 2.055 pemberitaan.Kemudian Lampung 2.027 pemberitaan, disusul Jakarta Barat (DKI Jakarta) 1.794 pemberitaan, Magelang (Jawa Tengah) 1.672 pemberitaan.
“Apalagi jumlah pemberitaan Kalsel merata di semua tahapan. Tetapi harus kita akui tahapan kampanye terbanyak, karena itu merupakan tahapan yang paling menarik nilai beritanya,” katanya.
Ketua Bawaslu Kalsel, Aries Mardiono mengucapkan terima kasih kepada media massa.Dan Bawaslu Kalsel sangat memerlukan media massa dalam menjalankan fungsi pengawasan. “Kami sangat memerlukan media dalam menjalankan fungsi pegawasan pemilu,” kata Aries.
Selain itu, ia juga meminta media untuk tak segan memberikan kritik terhadap kinerja Bawaslu Kalsel. “Kami meminta media untuk tak segan memberikan kritik dan masukan agar Bawaslu Kalsel bergerak dan bekerja,” tambahnya.
Ia berharap pertemuan ini menjadi tonggak awal kerja sama media massa dan Bawaslu Kalsel. “Semoga terbangun komunikasi dan chimestry. Terutama dalam menghadapi Pilkada 2024,” harapnya.rds

