Mata Banua Online
Jumat, April 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tembus 4,18 Juta Ton

by Mata Banua
21 Agustus 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\Agustus 2024\22 Agustus 2024\7\Halman ekonomi (22 Agt )\hal 7 - 2 klm (Bawah).jpg
(foto:mb/web)

 

JAKARTA – PT Pupuk Indonesia (PI) meminta distributor mengoptimalkan serapan pupuk bersubsidi pada caturwulan tersisa guna mendorong peningkatan produktivitas pertanian di tanah air. Hal ini disampaikan Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Tri Wahyudi Saleh dalam acara “Pembinaan Distributor Pupuk Bersubsidi dan Apresiasi Kinerja Semester I 2024” di Surabaya.

Berita Lainnya

Beras 5 Kg Tak Sesuai Takaran

Harga Buyback Emas Antam Naik 10,38 Persen

9 April 2026
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp85.200

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp85.200

9 April 2026

Tri Wahyudi menyampaikan alokasi pupuk bersubsidi yang dimandatkan pemerintah kepada Pupuk Indonesia semula besarnya 5,23 juta ton, terdiri atas alokasi awal 4,7 juta ton alokasi awal ditambah dengan pupuk organik 500 ribu ton. Kemudian pada April, pemerintah menambah alokasi tersebut menjadi 9,55 juta ton melalui Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) 249/2024.

“Penyaluran pupuk bersubsidi sampai 19 Agustus 2024 sebesar 4,18 juta ton atau sekitar 43,8 persen dari total alokasi 2024 terbaru,” ujar Tri dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Tri menyampaikan tersisa empat bulan untuk merealisasikan penyaluran pupuk bersubsidi. Hal ini menjadi tantangan mengingat sebagian besar lumbung produksi seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat sudah memasuki musim kemarau.

“Ini menjadi prhatian Pupuk Indonesia, langkah-langkah apa yang akan dilakukan untuk mendorong penyerapan pupuk bersubsidi,” ucap Tri.

Di sisi lain, lanjut Tri, pemerintah juga tengah mengoptimalkan penyerapan pupuk bersubsidi untuk meningkatkan produksi. Tri menjelaskan distributor dalam Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) dengan Pupuk Indonesia wajib memenuhi ketersediaan stok di lini III atau gudang level kabupaten dan kota.

Tri mengimbau seluruh distributor di seluruh Indonesia untuk mengoptimalkan stok yang saat ini telah disediakan produsen di lini I atau gudang pabrik.

Tri mengatakan distributor pun wajib memastikan seluruh kios binaannya paham dengan sistem penyaluran pupuk bersubsidi yang menggunakan Kartu Tani atau i-Pubers.

“Ini untuk mendukung kelancaran pelaksanaan penyaluran pupuk bersubsidi di sisa tahun ini sehingga ketika petani melakukan penebusan tidak ada lagi kendala di lapangan,” sambung Tri.

Tri mengatakan i-Pubers memberikan kemudahan dalam penebusan pupuk bersubsidi lantaran petani terdafar hanya cukup membawa KTP ke kios resmi. Tri menyebut sistem penebusan yang praktis dapat mendorong optimalisasi proses produksi pertanian.

“Kami juga meminta distributor mengawasi kios binaan terkait ketentuan dalam penyaluran pupuk bersubsidi, seperti ketertiban administrasi atas bukti penyaluran, penjualan sesuai dengan HET dan tidak melakukan penjualan secara paket,” kata Tri.rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper