
BANJARMASIN – Pascaamblasnya teras SDN Mawar 7 pada Rabu (14/8) lalu, pihak sekolah yang berlokasi di Jalan Cempaka XI memberlakukan sistem belajar shift mulai Senin (19/8).
Kepala SDN Mawar 7 Banjarmasin, Latif Gabaruddin menjelaskan pemberlakuan shift tentunya untuk tetap menjaga keamanan siswanya belajar dan khawatir terjadi amblas susulan mengingat bangunan sekolah yang bertingkat dua dan bangunannya sudah tua.
“Hari ini sebagian belajar di luar ruangan atau dihalaman, karena pertimbangan keamanan bagi siswa-siswa kami,” ungkapnya, Senin (19/8).
Ia juga mengatakan, pasca kejadian, kondisi sekolah juga telah dicek langsung Wakil Walikota Banjarmasin H Arifin Noor bersama jajaran PUPR Kota Banjarmasin didampingi Dinas Pendidikan.
Dari hasil pengecekan dan Dinas PUPR, lanjutnya, hanya 6 ruang kelas saja yang bisa digunakan. Sedangkan 6 ruang kelas lainnya tidak bisa digunakan. “Makanya antisipasi sementara dengan pembagian shift masuk pagi dan siang,” ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa pada hari itu, belajar mengajar dilakukan di lapangan terhadap para siswa yang ruang kelasnya berada di lantai dua.
“Belajar di lapangan ini tadi memang kebetulan kelas di atas yaitu kelas 6A, 6B, 4A, 4B, 2A, 2B, dan kelas 3A yang ruangnya di bawah,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdik Banjarmasin, Ibnul Qayyim menuturkan, saat ini penanganan cepat bersifat sementara dilakukan pihaknya dengan membangun lantai teras yang amblas.
Untuk perbaikan menyeluruh pada bangunan SDN Mawar 7 Banjarmasin rencananya dianggarakan di tahun 2025 mendatang.
“Jadi sesegeranya diperbaiki, bahannya sudah ada dan ini kami minta PUPR untuk menghitungkan kerusakan bangunan berapa persentasenya,” katanya.
Pihaknya sudah meyakinkan kepada para orang tua siswa bahwa bangunan sekolah akan diperbaiki untuk keamanan bagi siswa. Apalagi ada korban amblas itu yakni penjaga sekolah dan siswa.via

