Mata Banua Online
Minggu, April 12, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Benteng Tundakan Diharapkan Jadi Objek Wisata

by Mata Banua
19 Agustus 2024
in Balangan, Indonesiana
0
D:\2024\Agustus 2024\20 Agustus 2024\2\Benteng Tundakan Diharapkan Jadi Objek Wisata.jpg
PERWAKILAN PT Balangan Coal dan masyarakat saat berdiskusi soal potensi wisata Benteng Tundakan di Desa Tundakan, Minggu (18/8).(foto:mb/ant)

 

BALANGAN – PT Balangan Coal menginginkan kawasan Benteng Tundakan di Desa Tundakan di kelola dengan baik agar kawasan tersebut tetap asri dan lestari lingkungannya, serta menjadi wisata baru.

Berita Lainnya

Pemkab Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan dan Kesejahteraan di Usia ke-23

Pemkab Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan dan Kesejahteraan di Usia ke-23

9 April 2026
Pelindo Tekankan Peran Penting Media

Pelindo Tekankan Peran Penting Media

9 April 2026

“Lokasi untuk wisata baru ini memiliki nilai historis dan benar-benar bisa dijadikan kawasan objek wisata alam dan wisata budaya serta sejarah,” kata perwakilan PT Balangan Coal Alex Nugroho, Minggu (18/8).

Ia mengatakan, untuk mewujudkan keinginan tersebut pihak perusahaan sudah melakukan urun rembug beberapa hari yang lalu dengan pihak Dinas Pendidikan Balangan, pihak desa setempat, dan komunitas pecinta lingkungan, yakni Forum Komunitas Hijau (FKH) Citra Sanggam Balangan.

Ia menyebutkan, dalam urun rembug tersebut nantinya perusahaan dan komunitas akan berbagi masing-masing peran, dan pihak dinas pendidikan juga memberikan arahan yang disesuaikan dengan aturan mengenai kawasan yang menilai budaya.

“Sementara pihak desa bisa berperan sebagai pengelola kawasan tersebut melalui kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang di bentuk desa,” ujarnya.

Sedangkan mengenai peran FKH, lanjut Alex, di nilai cukup vital untuk menciptakan kelestarian lingkungan di wilayah tersebut, dengan mengembangkan lokasi menjadi kawasan tanaman buah langka, menjaga kebersihan, atau sebagai lokasi edukasi lingkungan.

“Intinya FKH nanti di minta membantu melakukan konservasi di kawasan yang pernah menjadi saksi sejarah perjuangan masyarakat Kalsel terhadap penjajah,” pungkasnya. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper