Mata Banua Online
Minggu, April 5, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Beragam Pakaian Adat Warnai Peringatan HUT RI di Balai Kota

by Mata Banua
18 Agustus 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2024\Agustus 2024\19 Agustus 2024\5\hal 5\Walikota Ibnu Sina beserta jajarannya kompak mengenakan pakaian adat daerah.jpg
WALIKOTA Ibnu Sina beserta jajarannya kompak mengenakan pakaian adat daerah pada upacara HUT ke 79 RI. (Foto:Mb/via)

 

BANJARMASIN – Upacara Peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RepubIik Indonesia berlangsung hikmat, di Halaman Balai Kota Banjarmasin, Sabtu (17/8).

Berita Lainnya

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

5 April 2026
Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

5 April 2026

Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina bertindak sebagai inspektur upacara. Acara dihadiri Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor, Sekretaris Daerah, Ikhsan Budiman, Ketua TP PKK Siti Wasilah, ibu-ibu Dharma Wanita dan unsur Forkopimda

Peringatan HUT RI tahun ini terasa berbeda, karena Walikota Ibnu Sina, Wakil Walikota Arifin Noor serta jajarannya menggunakan pakaian adat dari sabang sampai marauke.

Ibnu Sina dan Arifin Noor serta istrinya kompak mengenakan pakaian adat banjar. Sedangkan Sekdako Ikhsan Budiman mengenakan pakaian adat Bali.

Suasana peringatan Proklamasi 17 Agustus ini tetap menjunjung rasa persatuan dan Kesatuan bangsa dan Bhinneka Tunggal Ika. “Detik-detik proklamasi kali ini lebih semarak karena kita mengenakan pakaian adat Nusantara. Semua suku bangsa ada di sini, dicerminkan dari pakaian adat masing-masing daerah,” ungkap Ibnu Sina.

Menurutnya, dengan keanekaragaman pakaian adat yang dikenakan, mencerminkan bahwa kita di Banjarmasin selalu harmonis, rukun dan damai meskipun banyak suku.

“Itu menjadi spirit kemerdekaan sesungguhnya namun tetap satu damai,” ujarnya.

Dalam perayaan tersebut, Ibnu Sina menegaskan totalitas budaya dari seluruh penjuru Nusantara, dari Aceh hingga Papua, ditampilkan dengan mengenakan pakaian adat yang harus terus dipupuk.

“Pesannya jelas, Nusantara Baru dan Indonesia Maju dimulai dari persatuan dalam perbedaan. Desain di IKN bukanlah rumah adat tertentu, tetapi Garuda, simbol bagaimana Indonesia dengan Pancasila, 4 Pilar yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ini adalah pilar-pilar bagi Indonesia menuju 100 tahun kemerdekaan di tahun 2045,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa spirit yang sama ada di Banjarmasin yang akan merayakan ulang tahunnya yang ke-498. “Sejarah dan perjuangan Banjarmasin luar biasa. Yang paling penting adalah setiap sudut kota ini adalah ruang budaya, ruang partisipasi, dan ruang kolaborasi,” tegasnya. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper