Mata Banua Online
Senin, April 13, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Ketar Ketir Para Penjual Bendera Pinggir Jalan

by Mata Banua
14 Agustus 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\Agustus 2024\15 Agustus 2024\7\Halman ekonomi (15 Agt )\dvsdv.jpg
PEDAGANG MUSIMAN – Menjelang perayaan HUT RI tahun 2024 ini, pedagang bendera Merah Putih bermunculan. Namun meski sudah medekati hari H, penjualan pedagang musiman ini masih seret.(foto:mb/ant)

 

JAKARTA – Pedagang bendera dan umbul-umbul khas tujuh belasan mulai menjamur jelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79. Bendera dijajakan penjual di pinggiran jalan. Meskipun demikian, penjualan sampai dengan kini belum sesuai harapan.

Berita Lainnya

Belum Ada Titik Temu Kenaikan UMP 2026

Kedelai Impor Ditahan di Harga Rp11.500 per Kg

12 April 2026
Harga Emas Antam di Pegadaian Naik

Harga Emas Antam di Pegadaian Naik

12 April 2026

Syahrudin (40) misalnya. Salah satu pedagang bendera di Jalan Bang Pitung, Jakarta Selatan, mengaku dagangannya tak selaris dulu yang sering kehabisan stok. Ia mengeluhkan omzet berjualan yang menurun tahun ini.

Padahal, dia mengaku rutin menjajakan dagangannya di kawasan Palmerah hingga Permata Hijau, Jakarta Selatan. Syahrudin bercerita ia berjualan Bendera Merah Putih sejak 2005.

Omzet yang ia dapatkan sejak itu pun beragam. Namun, ia mengaku jika stok penjualannya habis, bisa meraup keuntungan hingga Rp4 juta.

Ia menjual sejumlah hiasan khas HUT RI, mulai dari bendera dengan berbagai ukuran, umbul-umbul, hingga bambu untuk dijadikan tiang bendera. Harganya bervariasi, tergantung jenis dan ukuran. Bendera misalnya, dijual dengan kisaran harga Rp20 ribu hingga Rp400 ribu.

Untuk tahun ini, pria yang sudah hampir 20 tahun berdagang bendera itu mengaku telah berjualan sejak akhir Juli silam. Namun, ia mengeluhkan omzetnya yang menurun drastis tahun ini. “Pendapatan mah, ya ini tahun sekarang lebih parah, turunnya jauh,” ujar dia.

Meski tak bisa menyebutkan angka pasti penurunannya, Syahrudin mengatakan minat masyarakat untuk membeli bendera tahun ini lebih rendah jika dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun sekarang mah enggak tahu nih. Kalau keadaannya begini pasti enggak nutup. Yang beli rada sepi nih enggak kayak tahun-tahun kemarin. Sepi semua. Saya mulai jualan dari tanggal 28 Juli, ditotal dari awal mah (omzet) Rp3 jutaan, tapi tetap belum nutup,” jelasnya lebih lanjut.

Berbeda dengan Syahrudin, Warnata (32) yang berjualan bendera di Jalan Raya Kebayoran Lama, Jakarta Selatan optimis bahwa dagangannya akan habis tahun ini. Ia yakin bakal membawa pulang omzet yang lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Warnata mengaku sudah berjualan bendera sejak 2018. Per tahunnya, omzet yang ia dapatkan bisa mencapai Rp8 juta. Namun, sejak ia berjualan per 1 Agustus silam, ia baru meraup Rp3 juta untuk tahun ini. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper