Mata Banua Online
Senin, Januari 12, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

TRGMD Kalsel Lakukan Pengecekan Sumur Bor dan Sekat Kanal

by Mata Banua
13 Agustus 2024
in Daerah, Lintas
0

 

LAHAN-Upaya pemadaman kebakaran lahan oleh petugas, beberapa waktu lalu. (foto:mb/ist)

BANJARBARU-Tim Restorasi Gambut dan Mangrove Daerah (TRGMD) Provinsi Kalimantan Selatan menggalakkan pengecekan infrastruktur pembasahan gambut (IPG) berupa sumur-sumur bor dan sekat kanal dalam rangka mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan gambut.

Berita Lainnya

PA Tanjung – LBH Peduli Hukum kerjasama layanan Posbakum

PA Tanjung – LBH Peduli Hukum kerjasama layanan Posbakum

12 Januari 2026
Bupati HSU hadiri Ramah Tamah Bersama Bank Kalsel

Bupati HSU hadiri Ramah Tamah Bersama Bank Kalsel

11 Januari 2026

“Secara rutin ada petugas yang melakukan pengecekan dan pemeliharaan sumur bor dan sekat kanal ini. Dalam menghadapi kemarau dan mengantisipasi ancaman karhutla pengecekan sumur bor dan sekat kanal kita tingkatkan,” ungkap Sekretaris TRGMD Kalsel, Sayuti Enggok, belum lama tadi, dikutip dari laman {{landskap}}.

Menurut Sayuti sejauh ini kondisi kawasan gambut di Kalsel masih aman dari kebakaran, karena hujan sesekali masih turun. Secara keseluruhan jumlah infrastruktur pembasahan gambut (IPG) yang dibangun di Kalsel sejak 2017 -2022 sebanyak 166 buah Sekat Kanal dan 630 Sumur Bor pada lima KHG (Kesatuan Hidrologis Gambut) dan tersebar di tujuh kabupaten yaitu Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong dan Barito Kuala.

Lima KHG meliputi KHG Sungai Maluka-Sungai Martapura, KHG Sungai Balangan-Sungai Batang Alai, KHG Sungai Barito-Sungai Alalak, KHG Sungai Barito-Sungai Sarapat dan KHG Sungai Utar-Sungai Tapin. Total luasan KHG di Kalsel mencapai 325.392 hektare dengan rarget restortasi seluas 104.761 hektare.

Saat ini kondisi KHG di Kalsel kian terancam kerusakan akibat alih fungsi untuk berbagai kepentingan seperti pertanian, perkebunan, permukiman dan lainnya serta ancaman kebakaran sat musim kemarau.

Pada bagian lain kegiatan operasi modifikasi cuaca untuk pembasahan lahan gambut yang dilakukan BMKG-BRGM dalam sepekan terakhir berjalan lancar dan berhasil. Hal ini terlihat dari turunnya hujan di kawasan ring satu sekitar Bandara Syamsudin Noor meliputi Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Tanah Laut yang menjadi target operasi.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor mengapresiasi upaya pembasahan lahan gambut di wilayahnya melalui operasi modifikasi cuaca yang dilakukan BMKG dan BRGM ini. Pembasahan lahan gambut lebih awal merupakan langkah preventif dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Pembasahan lahan gambut melalui TMC diharapkan dapat meminimalisir terjadinya karhutla, terutama di kawasan ring satu sekitar Bandara Syamsudin Noor,” kata Sahbirin. Kalsel menjadi salah satu daerah prioritas operasi modifikasi cuaca lebih awal sebelum musim kemarau panjang di Kalimantan bersama Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. (mb03)

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper