
BANJARMASIN – Keterbatasan anggaran di tahun ini menyebabkan beberapa kegiatan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin tak terlaksana.
Bahkan program -program prioritas yang semestinya dapat dikerjakan tahun ini juga dipending hingga tahun berikutnya.
Sebut saja diantaranya, renovasi bangunan Kebun Binatang Mandiri (KBM) sudah dianggarkan karena memang kondisinya sudah tidak layak dan harus diperbaiki terpaksa dibatalkan. Padahal kondisi KBM sudah membahayakan bagi satwa disana hingga para pengunjung yang datang di dominasi anak-anak. Mengingat kebanyakan fasilitas yang ada disana sudah lapuk.
“Tapi karena keterbatasan anggaran, ya terpaksa tidak bisa dilakukan,” ungkap Kepala DKP3 Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, Rabu (7/8/2024).
Senasib dengan KBM, Operasional Rumah Potong Hewan (RPH) modern yang sudah rampung dibangun juga tak bisa dilakukan. Hal itu karen fasilitas penunjang seperti pengelolaan limbah, peralatan di RPU modern dan lainnya yang masih belum dapat dilengkapi.
“Kalau kita anggarkan tahun ini sangat kecil kemungkinan bisa, tapi paling tidak diperhatikan dan tahun depan kita dianggarkan lagi, “jelasnya.
Ia membeberkan bahwa tahun ini sebagian kegiatan tetap bisa berjalan terbantu dari songkongan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Di antaranya, kelengkapan pengawasan kepada Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) untuk meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap sumber daya perikanan yang ada di perairan di Kota Banjarmasin.
“Sebelumnya ada bantuan restocking bibit ikan juga diperairan kita. Termasuk bidang pertanian kita dapat bantuan juga” ungkapnya
Selain itu, anggaran Dinas ini hanya untuk oprasional kantor dan makan para satwa di Kebun Binatang Mini (KBM) di Jahri Saleh.
“Makhluk hidup tentu harus diberi makan, kalau tidak bisa mati,” ujarnya. via’

