
BANJARMASIN – Badan Anggaran DPRD Kota Banjarmasin dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Banjarmasin menyelesaikan pembahasan KUA/PPAS tahun 2024 dan sekaligus KUA/PPAS tahun 2025, di ruang rapat Paripurna DPRD Kota Banjarmasin, Kamis (8/8).
Anggota Badan Anggaran DPRD Banjarmasin, Matnor Ali menjelaskan, sesuai dengan penyampaian walikota pada paripurna sebelumnya dianggarkan pendapatan daerah 2024 setelah perubahan sebesar Rp 2,53 triliun, atau tetap seperti target sebelum rancangan perubahan. Kemudian belanja daerah berkurang sekitar Rp107 miliar atau turun 4,04 persen menjadi Rp2,55 triliun dari sebelumnya Rp 2,65 triliun.
Sedangkan sisa lebih pembiayaan anggaran diproyeksikan Rp129 miliar menjadi Rp18,1 miliar berdasarkan hasil audit BPK RI Laporan Keuangan Pemko Banjarmasin 2023. Selain itu diproyeksikan Rp10 miliar untuk penyertaan modal Bank Kalsel.
“Artinya harus ada efesiensi dalam penggunaan anggaran, meski ada silpa namun tetap untuk belanja pembangunan akan ada penyesuaian,” kata Matnor.
Sementara, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan Asli Daerah ( BPKPAD) Kota Banjarmasin, Edy Wibowo menjelaskan, bahwa penyusunan KUA/PPAS 2024 dan 2025 terjadi penyesuaian. ” Ini karena penyesuaian dari refocusing dan mengubah semua kegiatan,” katanya,
Selain segi belanja, segi pendapatan daerah juga berubah. Pihaknya fokus mengejar target PAD dengan mengoreksi beberapa target pajak daerah. Di antaranya target pajak rumah makan dan target pajak sarang walet yang tak pernah tercapai.
“Secara keseluruhan jika dibandingkan 2023-2024 memang naik, namun dilihat dari target penetapan ada koreksi dengan adanya kendala seperti optimalisasi pada wajib pajak,” katanya.
Upaya ini, pihaknya membuka undian pajak serta melakukan kerjasama digital pihak ketiga untuk mendongkrak PAD dan mendorong wajib pajak membayar pajak serta meningkatkan stimulus pajak. Selain itu, dilakukan juga pendataan parkir dengan pemasangan gate parkir serta mendata titik reklame. via

