Mata Banua Online
Jumat, April 24, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Gus Ipul: Kartu Anggota PKB Bisa Dibuat Kapan Saja

by Mata Banua
6 Agustus 2024
in Headlines
0
SEKRETARIS Jenderal PBNU Saifullah Yusuf.

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf tak ambil pusing atas pernyataan Waketum PKB Jazilul Fawaid yang menyebut dirinya dan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf tak memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PKB.

“Kalau soal KTA itu kan bisa dibuat kapan saja,” kata pria yang kerap disapa Gus Ipul itu dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (6/8), seperti dikutip CNNIndonesia.com

Berita Lainnya

JCH Kloter 01 Asal Banjarmasin Diberangkatkan ke Madinah

JCH Kloter 01 Asal Banjarmasin Diberangkatkan ke Madinah

23 April 2026
Polisi Analisis Video JK, Terkait Laporan Terhadap Ade Armando-Abu Janda

Polisi Analisis Video JK, Terkait Laporan Terhadap Ade Armando-Abu Janda

23 April 2026

Gus Ipul menilai hal yang krusial selain kepemilikan KTA adalah sejarah PKB yang lahir karena upaya dari pengurus PBNU medio 1998.

Ia pun mengklaim hubungan erat PKB-PBNU itu tercatat dalam dokumen-dokumen tertulis yang dapat dilacak dan tidak boleh diabaikan.

“Ya enggak apa-apa lah, apa saja, tapi yang paling penting bahwa PKB dilahirkan secara struktural oleh PBNU, itu yang perlu kami tegaskan,” ujar dia.

“Dokumennya ada, dan untuk itu tidak boleh kemudian mengabaikan sejarah, itu aja,” sambungnya.

Sebelumnya, Jazilul menegaskan Gus Yahya dan Gus Ipul bukan kader PKB karena tidak lagi memiliki KTA.

“KTA dari mana? Enggak ada [kader PKB]. Enggak ada KTA-nya,” kata Jazilul di Kantor PKB, Jakarta, Selasa (6/8).

Sebaliknya, Jazilul mengatakan dirinya masih menjadi pengurus syuriah PCNU Tangerang Selatan dan wakil ketua PWNU DKI Jakarta.

Ia kemudian bertekad ingin meluruskan khittah NU yang termuat di dalam qonun asasi NU.

“Ayo ditegakkan. Ini organisasi ulama. Bukan organisasi pasar Induk. Di situ ada adab, ada tata krama, ada kesantunan, ada semuanya,” kata dia.web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper