
RANTAU,- PJ Bupati Tapin M Syarifuddin MPd membuka kegiatan sosialisasi program satu rekening satu pelajar (Kejar), bagi anak berkebutuhan khusus kerjasama OJK dan Bank Kalsel bertempat di SLBN 2 Tapin, desa Lumbu Raya, Kecamatan Tapin Utara, Jumat (02/08).
Kegiatan dihadiri Kepala SLBN 2 Tapin yang diwakili Sri Mahmudah, Firmansyah dari Bank BPD Kalsel, Abidir Rahman Deputi Direktur Pengawasan OJK Kalsel, PLT Kepala Dinas Sosial H Syafrudin SIP dan tamu undangan.
Dalam kesempatan itu, Kepala SLBN 2 Tapin yang diwakili Sri Mahmudah menyampaikan rasa terima kasih dan rasa bangga atas adanya kegiatan sosialisasi program Kejar di SLBN 2 Tapin.
Kegiatan sosialisasi ini, untuk mendidik anak kita agar gemar dan membudayakan menabung, dengan harapkan akan memberikan manfaat yang besar bagi anak – anak kita dikemudian hari nanti.
“Kita ucapkan terimakasih kepada Bank Kalsel dan OJK yang melaksanakan sosialisasi bagi anak dan orang tua siswa SLBN 2 Tapin,” ucapnya.
Sementara itu, Firmansyah dari Bank BPD Kalsel mengatakan, kegiatan goes to SLB di SLBN2 Tapin, merupakan kegiatan terakhir setelah mengunjungi beberapa teman di Kalimantan Selatan.
Melalui kegiatan ini diharapkan anak – anak kita bisa mengerti makna dari menabung, dan para orang jua juga bisa memahami tentang produk – produk dari bank Kalsel dan program otoritas jasa keuangan saat ini
Dari dukungan dari orang tua yang ikut memberikan edukasi, kita berharap anak – anak kita bisa mengerti tentang pentingnya menabung, tandasnya.
Abidir Rahman Deputi Direktur Pengawasan OJK Kalsel menambahkan, goes to SLB dalam rangka peringatan hari Indonesia menabung 2024, dimana Bank Kalsel dan OJK goes to SLB, untuk sekaligus sosialisasikan program satu rekening satu pelajar (Kejar) yang tujuannya untuk mendorong pelajar memiliki rekening buku tabungan di Bank.
Sementara itu PJ Bupati Tapin M Syarifuddin MPd mengatakan, menabung sejak dini, adalah hal yang perlu ditanamkan dalam diri seseorang terutama sejak dini guna menghindari sikap boros.
Dengan menyisihkan uang untuk menabung, maka anak-anak akan belajar salah satu konsep dasar pengelolaan keuangan yang akan sangat bermanfaat dibudayakan hingga mereka dewasa. Jika membudayakan menabung sejak dini, saat ini juga tengah dilakukan otoritas jasa keuangan (OJK) melalui program satu rekening satu pelajar (KEJAR).
Program kejar merupakan salah satu strategi OJK, meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar, untuk membantu membentuk karakter anak indonesia yang membudayakan menabung sejak dini.
Program kejar yang digalakkan OJK diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan khususnya kepada para pelajar sehingga mereka dapat menanamkan budaya menabung sejak dini yang kemudian dapat dirasakan manfaatnya di kemudian hari, tandasnya.{[her/mb03]}

