Mata Banua Online
Sabtu, April 25, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Banser Diperintahkan Gebuk Jika Massa Kembali Demo PBNU

PKB Dituding di Balik Aksi Demonstrasi

by Mata Banua
4 Agustus 2024
in Headlines
0
MANTAN Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas periode 2015-2024 (kiri) dan Ketumperiode 2024-2029 Addin Jauharuddin.

JAKARTA – Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin alias Gus Addin memerintahkan Banser tak ragu mengusir demonstran di depan Kantor PBNU. Banser merupakan lembaga semi otonom dari Ansor.

Gus Addin menyampaikan itu usai kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Santri Gus Dur menggelar demonstrasi di depan Kantor PBNU mendesak Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mundur dari jabatannya.

Berita Lainnya

JCH Kloter 01 Asal Banjarmasin Diberangkatkan ke Madinah

JCH Kloter 01 Asal Banjarmasin Diberangkatkan ke Madinah

23 April 2026
Polisi Analisis Video JK, Terkait Laporan Terhadap Ade Armando-Abu Janda

Polisi Analisis Video JK, Terkait Laporan Terhadap Ade Armando-Abu Janda

23 April 2026

“Kalau masih terjadi aksi lagi di depan kantor PBNU, Banser enggak usah takut-takut, saya perintahkan untuk usir dan gebuk saja kalau tidak mau pergi,” kata Gus Addin dalam keterangannya, Minggu (4/8), seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Addin mewanti-wanti agar demonstrasi yang terjadi beberapa hari lalu menjadi aksi yang terakhir. Menurutnya, semua pihak termasuk demonstran harus menjaga marwah NU.

“Kemarin cukup yang terakhir, kita jaga Marwah NU. Ini adalah kantor kita semua. Dari sini kita dididik, dibesarkan hingga menjadi seperti ini,” tegas Gus Addin.

Ia menyebut Kantor PBNU sebagai gedung yang sakral menjadi tempat para ulama berkhidmat.

“Wajib kita jaga. Ansor Banser akan siaga menunggu perintah ketua umum PBNU,” ujar dia.

Massa yang mengatasnamakan Aliansi Santri Gus Dur menggelar demonstrasi di depan Kantor PBNU pada pekan lalu.

Mereka mendesak Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul untuk mundur dari jabatannya.

Sementara, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Suleman Tanjung menuding Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai pihak di balik demonstrasi di Kantor PBNU Jumat (2/8).

Pernyataan Suleman itu disampaikan setelah surat resmi dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU). PCNU membantah kabar keterlibatan mereka dalam demo tersebut.

“PCNU Indramayu juga telah mengonfirmasi bahwa massa ini digerakkan oleh beberapa orang PKB dari Indramayu,” kata Suleman dalam keterangan tertulis, Minggu (4/8, yang dikutip CNNIndonesia.com).

Suleman menyoroti beberapa hal terkait massa demonstrasi itu. Pertama, arah kedatangan massa dari Jalan Raden Saleh atau Kantor DPP PKB.

Lalu massa dipimpin oleh seseorang bernama Muhamad Solihin. Suleman menyebut Solihin adalah pengurus DPW PKB Jawa Barat dan mantan ketua Ketua DPC PKB Kabupaten Indramayu.

“Kami mendapatkan banyak bukti. Mereka ini memang digerakkan untuk menyerang PBNU,” ujarnya.

Suleman menyentil tuntutan massa yang menamakan diri “Aliansi Santri Gus Dur” itu. Dia heran mengapa massa aksi meminta pengurus PBNU diganti.

“Mereka ini Aneh. Mengatasnamakan Santri Gus Dur tapi malah membela Muhaimin. Masak pecinta Gus Dur bela musuh Gus Dur, kan tidak masuk akal,” ujarnya.

Sebelumnya, hubungan PBNU dan PKB memanas. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menginisiasi panitia khusus penyelenggaraan haji di DPR untuk mempertanyakan kebijakan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Yaqut adalah mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, organisasi sayap PBNU. Dia juga adik dari Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.

PBNU pun membentuk Pansus PKB untuk mengkaji hubungan antara kedua instansi tersebut. Gus Yahya mengibaratkan PBNU sebagai pabrik mobil dan PKB sebagai mobil yang layak ditarik dari peredaran.

“Ternyata ada kesalahan sistem di mobilnya. [Maka] ditarik kembali produknya untuk diperbaiki sistemnya,” ucap Gus Yahya, dikutip dari keterangan resmi PBNU pada Sabtu (3/8). web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper