
Makassar – Basarnas Gorontalo menyatakan jumlah korban terdampak akibat bencana longsor di area pertambangan emas tanpa izin Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo mencapai 72 orang.
“Update data jumlah korban longsor sampai sore ini pukul 16.26 WITA, sebanyak 72 korban,” kata Kepala Basarnas Gorontalo, Heriyanto, Senin (8/7), yang dikutip CNNIndonesia.com.
Bencana longsor yang terjadi sejak Minggu (7/7) kemarin, menyebabkan 10 orang meninggal dunia akibat tertimbun material longsor. Sementara 22 orang selamat dan puluhan orang dilaporkan hilang.
“Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap sekitar 40 orang yang dilaporkan hilang saat bencana longsor terjadi. Kemudian korban meningga dunia ada 10 orang dan selamat ada 22 orang,” ungkapnya.
Heriyanto menuturkan bahwa terdapat tiga titik longsor yang terjadi pada Minggu (7/7) kemarin dan jarak yang harus ditempuh personel Tim SAR gabungan sangat jauh dengan berjalan kaki sekitar 23,7 kilometer.
“Jaraknya sekitar 23,7 km dari pos pertama sampai ke lokasi. Ada tiga titik longsor,” pungkasnya.
Saat ini, kata Heriyanto Tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi terhadap korban longsor di area pertambangan emas Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.web

