
MARTAPURA – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor atau Paman Birin didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Hj Raudatul Jannah atau Acil Odah disambut meriah oleh warga Desa Tajau Landung, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Sabtu (6/7) sore.
Meski sempat diguyur hujan di lokasi Turdes hari ke-6 tersebut, tetapi tidak menyurutkan ratusan masyarakat Desa Tajau Landung dan sekitarnya untuk bertemu dengan Paman Birin dan Acil Odah yang akan mengunjungi desa tersebut.
Tepat di depan Mesjid Jami Darul Faa’izin dan samping Madrasah Diniyah Takmiliyah Syafa’atul Ikhwan, ratusan warga termasuk anak-anak di desa tersebut tampak berkumpul dan menunggu juga di tepian sungai Martapura.
Ketika tiba di lokasi tersebut, Paman Birin dan rombongan disambut kesenian sinoman hadrah, sekelompok anak muda berpeci putih itu tergabung dalam grub Darul Huda.
Pada Turdes hari ke-6 yang dimulai dari Desa Belawang, Kabupaten Barito Kuala (Batola) itu tampak mendampingi Paman Birin Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian LHK, Dr H Hanif Faisol Nurofiq, Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar.
Paman Birin bersama Acil Odah yang didampingi Dirjen PKTLK LHK Hanif Faisol Nurrafiq setibanya di lokasi tersebut melakukan penanaman pohon buah di Depan Masjid Jami Faa’izin dan menyerahkan bantuan 1.000 paket sembako.
Selain itu, bantuan intensifikasi tanaman karet senilai Rp 1,5 miliar, benih kopi dan herbisida Rp324,4 juta, Chopper Rumput Zurit senilai Rp39 Juta, tas ransel dan seragam sekolah hingga pemberian BUMDes untuk Desa Sungai Tanipah dan Desa Penggalaman dengan masing-masing total Rp45 juta.
Paman Birin menyampaikan turdes ke-10 telah banyak melewati banyak rintangan dan hambatan, baik panas, hujan serta jalanan yang cukup terjal merintangi kawasan perbukitan dan hutan Meratus.
“Perjalanan kita sudah memasuki hari keenam, enam hari enam malam dan akhirnya tim turdes ke-10 tiba di Desa Tajau Landung,” ucap Paman Birin.
Paman Birin menyampaikan kondisi desa di Banua semakin maju dan berkembang atas kerja keras, sinergi dan kolaborasi semua pihak di banua ini.
Sebagai contoh, kata Paman Birin, apabila tahun 2016 lalu jumlah desa tertinggal di Kalsel mencapai 1.438 desa, namun tahun 2024 ini tidak ada lagi desa tertinggal.
“Kita berhasil mempercepat penuntasan desa tertinggal, karena sesuai target seharusnya desa tertinggal di Kalsel tuntas 2026 nanti, tetapi sejak 2024 ini sudah tuntas,” tegasnya.
Berdasarkan catatan, Paman Birin menyebutkan desa di Kalsel terdiri dari 844 sudah berstatus desa maju dan 808 desa dalam fase desa mandiri.
Paman Birin menyebutkan berkat kerja kerasnya sejumlah daerah dapat ditingkatkan desanya menjadi berkembang, baik secara infrastruktur, sosial hingga ekonominya.
“Ini bukan hanya turdes saja, berkat upaya kolaborasi antar stakeholder. Sinkronisasi dan melakukan kerjasama serta gotong-royong warga bersama pemerintah daerah dan pusat,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Banjar, H Saidi Mansyur melalui Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar (DPRKPLH), Ahmad Baihaqi menyampaikan bahwa kegiatan turdes ini merupakan program yang strategis dalam mengembangkan desa. Sehingga, pihaknya sangat mendukung seluruh kinerja yang dilakukan oleh jajaran SKPD Provinsi Kalsel. mr/adpim/ani

