
RANTAU,- Sekretaris Daerah Kabupaten Tapin Dr H Sufiansyah MAP sekaligus Ketua TPPS kabupaten Tapin, membuka secara resmi rapat koordinasi bersama tim percepatan penurunan stunting kabupaten Tapin, bertempat di aula Bappelitbang Tapin, Rabu (03/07).
Rapat dihadiri Wakil ketua 1 TPPS Dr Meidy Harris Prayoga, Kepala Dinas PPKB Hj Ahlul Jannah, perwakilan SOPD, Camat, Lurah, kepala desa dan instansi terkait lainnya yang tergabung dalam tim percepatan penurunan stunting kabupaten Tapin.
Seperti yang diutarakan Sekretaris Daerah Dr H Sufiansyah MAP, rapat kordinasi, bersama tim percepatan penurunan stunting tidak lain untuk membangun dan meningkatkan koordinasi, komunikasi dan sinergi linta sektor terkait, baik tingkat kabupaten, kecamatan dan desa serta untuk merumuskan strategi, langkah – langkah dan komitmen bersama dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Dimana dalam kegiatan intervensi serentak yang giatkan, kita bersama TPPS, akan melakukan rembuk stunting di tingkat kecamatan dan kelurahan di kabupaten Tapin. Sehingga rapat koordinasi kali ini sekaligus untuk menetapkan rencana kegiatan kedepan.
Ditambahkan H Sufiansyah, dengan cakupan lokus stunting saat ini ada 126 desa dan 9 kelurahan di Tapin dan dengan program intervensi stunting serentak diharapkan angka stunting kita bisa mencapai 14 % sesuai dengan target penurunan stunting nasional.
Wakil ketua 3 TPPS Kabupaten Tapin Dr Meidy Haris Prayoga menambahkan, agenda rapat diantaranya mmbahas hasil dari kegiatan intervensi serentak yang telah dilaksanakan dimana data yang masuk sudah 90%.
“Untuk itu kita ucapkan terimakasih kepada teman – teman yang sudah melaksanakan intervensi serentak di Puskesmas dan dewa diwilayahnya masing – masing,” ujarnya.
Ditambahkan Meidy, agenda lainnya yang dibahas yakni terkait rencana melaksanakan rembuk stunting di tingkat kecamatan dan kelurahan, yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan oleh TPPS Kabupaten Tapin sesuai dengan jadwal yang telah dibuat.
Semoga hasil rembuk stunting tingkat kecamatan dan kelurahan itu, akan menghasilkan rekomendasi kedepan tentang penanganan stunting yang lebih konfrehensif, konvergen di seluruh stakeholder mulai dari pemerintah pusat dan daerah, tandasnya.
Sementara itu Hj Ahlul Jannah MSI yang juga sekretaris 1 TPPS Tapin menambahkan, hasil rapat TPPS kabupaten dan TPPS kecamatan dan kelurahan menghasilkan kesepakatan, bahwa akan dilaksanakan rembuk stunting tingkat kecamatan dan kelurahan yang direncanakan akan dilaksanakan diatas tanggal 18 Juli.
Karena ada 12 kecamatan, rembuk stunting di laksanakan sebanyak 6 kali pertemuan, sehingga setiap pertemuan di ikuti 2 kecamatan dan satu tempat kegiatan. Kemudian untuk satu kelurahan yang terdekat dengan kecamatan, seperti kelurahan Bitahan dan Kelurahan Tambarangan akan kita gabung dengan kecamatan terdekat.
Dan untuk 4 kelurahan yang berdekatan seperti di Tapin Utara akan membuat satu kali pertemuan rembuk stunting, begitu juga 3 kelurahan di kecamatan Binuang akan membuat 1 kali pertemuan rembuk stunting.
Dari rembuk stunting itu, diharapkan kita dapat mensosialisasikan dan semua TPPS kecamatan dan kelurahan bagaimana melakukan intervensi spesifik dan intervensi sensitif sehingga bisa menurunkan angka stunting di kabupaten Tapin, paparnya.
Hj Ahlul Jannah menambahkan, dengan rembuk stunting diharapkan kedepannya kita juga dapat melakukan intervensi kepada keluarga yang beresiko stunting yakni calon pengantin, ibu hamil dan ibu nifas.{[her/mb03]}

