
PARINGIN-Untuk memaksimalkan penanganan dan antisipasi bencana banjir BPBD Balangan, bakal kembali menambah alat Early Warning System (EWS).
Pemasangan alat EWS ini, direncanakan didua lokasi yaitu di Desa Mayanau Kecamatan Tebing Tinggi dan Desa Bata Kecamatan Juai.
Sebelumnya BPBD Balangan telah melakukan kordinasi dan survei lapangan terkait rencana pemasangan alat EWS tersebut, dan mendapatkan kesepakatan antara pihak pemerintah desa, masyarakat dengan BPBD Balangan.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan Rahmi ) mengatakan, dua titik lokasi ini merupakan lokasi yangstrategis untuk memasang alat EWS, karena pertemuan dua sungai yaitu sungai Pitap dan Balangan yang dapat memberikan indikator terhadap potensi bencana banjir.
“Dua alat ini merupakan dukungan dari Bupati Balangan, serta pemenuhan sarana kebencanaan berupaya untuk tetap siaga terhadap potensi bencana banjir sehingga dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat banjir,” ujarnya.
Sebelumnya juga sudah ada dua alat EWS yang dibantu oleh provinsi melalui BPBD Kalsel. Mudah-mudahan alat EWS yang nantinya akan dipasang ini berfungsi dengan maksimal dengan dukungan dari kecamatan dan desa.
“Alhamdulillah dari hasil survei pemerintah desa dan warga sangat mendukun dengan adanya pemasangan alat EWS ini. Kedepannya tentu akan kita kembangkan lagi ketitik-titik lainnya serta alat pendukung lainnya seperti pendeteksi longsor dan gempa,” tutupnya.
[{Pelatihan]}
Dibagian lain, Kantor Desa Bata, Kecamatan Juai mengadakan pelatihan penanggulangan bencana dan simulasi penggunaan alat pemadm api. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Staf Teknisi Peralatan dan Mesin BPBD Balangan, Rudiansyah yang bertindak sebagai narasumber dan pemateri latihan dan simulasi dengan peserta aparat desa, satlinmas serta masyarakat.
Menurutnya, pentingnya kegiatan ini karena kebakaran merupakan salah satu anaman yang berbahaya dan dapat mengakibatkan korban jiwa, jika kita tidak melakukan upaya yang tepat dalam mencegah kebakaran.
Oleh karena itu untuk mencegah kejadian kebakaran dan mengurangi dampak yang ditimbulkannya, diperlukan tingkat pengetahuan tentang penggunaan alat pemadam serta simulasi yang maksimal.
Sementara itu, Kepala Pelaksann BPBD Balangan H Rahmi menambahkan, melalui acara tersebut peserta akan memahami pentingnya upaya pencegahan kebakaran melebihi upaya penanggulangannya.
Kemudian mengerti bagaimana kebakaran terjadi, penjalarannya, dan bagaimana cara pencegahan dan penanggulangannya, memberikan kesadaran tentang pentingnya meningkatkan perilaku keseharian dalam pencgahan kebakaran.{[mc/wan/mb03]}

