Mata Banua Online
Senin, Februari 2, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Teknologi padi apung solusi atasi masalah petani

by Mata Banua
9 Juni 2024
in Daerah, Lintas
0

 

PADI APUNG-Pejabat Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (Pemkab HSU) panen perdana melalui teknologi padi apung di Desa Banyu Hirang, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten HSU, Kalimantan Selatan pada beberapa waktu lalu. (foto:mb/ant)

AMUNTAI-Penjabat Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Zakly Asswan mengatakan, teknologi padi apung merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi para petani.

Berita Lainnya

SD Islam Solusi latih puluhan peserta Totok Punggung

SD Islam Solusi latih puluhan peserta Totok Punggung

2 Februari 2026
Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

1 Februari 2026

“Teknologi padi apung ini salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi petani terutama saat musim hujan,” kata Zakly di Amuntai, Kabupaten HSU, Sabtu.

Saat memasuki musim hujan, Zakly memastikan akan menyebabkan keterlambatan masa tanam bagi petani di daerah, karena lahan rawa tergenang air.

Zakly menuturkan, Kabupaten HSU memiliki sumber daya alam yang didominasi lahan lebak atau rawa sekitar 89 persen dari total luas lahan sawah baku 22.709 hektare, sehingga menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengoptimalkan lahan rawa agar bermanfaat besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, ujar Zakly, percontohan tanam padi apung diharapkan, dapat menginspirasi petani dan menjadikan solusi tanam padi pada musim penghujan.

Terlebih, menurut Zakly, petani di HSU mengalami gagal tanam dan panen pada beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten HSU Noor Ilham menyebutkan penanaman padi apung ini karena karakter wilayah Kabupaten HSU banyak terendam air, salah satunya Desa Banyu Hirang, Kecamatan Amuntai Selatan.

Ilham menuturkan, tanam padi apung merupakan cara alternatif bagi masyarakat atau petani untuk memproduksi dan memanfaatkan lahan meski tergenang air di Kabupaten HSU.

Ilham menambahkan, Pemkab HSU akan mengevaluasi dan menganalisis keberlanjutan teknologi tanam padi apung ini.

“Pada 2024, kita juga melaksanakan tanam padi apung pada beberapa desa lainnya, semoga dengan adanya kegiatan ini dapat memotivasi bagi para petani,” imbuh Ilham.{[an/mb03]}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper