BANJARMASIN – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah, harga sapi kurban di Banjarmasin naik tajam dibandingkan tahun 2023 lalu. Harga daging sapi naik rata-rata Rp 1 juta per ekor atau Rp 5 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Basirih Banjarmasin Selatan, Hidayatullah mengatakan, kenaikan harga itu disebabkan ongkos pengiriman sapi yang didatangkan dari luar Kalimantan sangat mahal.
“Pengiriman menggunakan kapal kargo ini lebih mahal dibandingkan tol laut yang biasa kami gunakan,” jelasnya, Rabu (5/6).
Menurutnya, pihaknya memilih pengiriman melalui jalur kargo, karena lewat tol laut ribet atau dipersulit. ” Berkas pengurusan pengiriman sapi rekomendasi di sana sangat ribet seperti dipersulit sehingga terpaksa memilih pengiriman kapal kargo,” ungkapnya.
Ia mengatakan, sapi kurban miliknya itu kebanyakan didatangkan dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Kupang, Bali dan Madura.
Sementara itu, peminat dan pemesan sapi pada jelang Idul Adha mulai tinggi. Khusus bulan ini, ia menyediakan sebanyak 500 ekor, termasuk sapi jenis Limousin sekitar 30 ekor untuk kurban.
Untuk sapi jenis Limousin adalah paling mahal seperti jenis Madrasin yang merupakan sapi silang dari sapi Madura dan Limousin.
“Madrasin sapi langka. Harganya di kisaran Rp 70 juta sampai Rp 80 juta dan sudah laku satu ekor di harga Rp 75 jutaan,” tuturnya.
Selain itu, untuk sapi kurban dari Kupang dan Madura tahun ini terjadi pengurangan kuota untuk pengiriman ke Kota Banjarmasin. “Sapi Kupang itu kita dikurangi sampai 15 ribu ekor,” ujarnya.
Adapun kisaran sapi kurban biasa dari harga Rp 15 juta sampai Rp 16 juta per ekornya. Sedangkan sapi Bali di kisaran harga Rp 40 juta hingga Rp 45 juta per ekornya. via

