
RANTAU-Pemerintah Kabupaten Tapin, berencana membuka ribuan hektare lahan potensial pengembangan Cabai Rawit Hiyung, untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tapin Sufiansyah mengatakan, saat ini tercapat 140 hektare lahan, sedangkan untuk membuka ribuan hektare lahan akan bekerja sama dengan sejumlah pihak, seperti perguruan tinggi. “Dengan begitu bisa mengakomodir permintaan pasar yang tinggi,” ujarnya, di Rantau, Jumat.
Sufiansyah mengatakan, langkah berikutnya untuk memproteksi lahan pertanian fungsional, untuk Cabai Rawit Hiyung pemerintah akan berkoordinasi dengan legislatif.”Kepastian ataupun perlindungan lahan ini bisa kita lindungi, mungkin bisa dengan peraturan bupati atau peraturan daerah ke depannya,” ujarnya.
Sejalan dengan program ini, Pemkab Tapin juga mengambil sejumlah langkah strategis, untuk memaksimalkan lahan hasil tani yang potensi berdampak besar terhadap ekonomi masyarakat dan daerah.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kabupaten Tapin Meidy Harris Prayoga mengatakan telah dilakukan pengembangan industri hulu-hilir Cabai Rawit Hiyung melalui Dinas Pertanian pada Tahun Anggaran 2024.”Goalnya peningkatan produksi, produktivitas dan mutu hortikultura berkelanjutan,” ujar Meidy.
Meidy menuturkan, upaya pemerintah untuk mengefektifkan program melakukan rehabilitasi surjan di lahan rawa, bantuan penyediaan benih hingga pengelolaan pascapanen.”Adapun dampak dari goal yang tercapai yakni meningkatkan kemandirian dan pemerataan ekoomi daerah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, inovasi daerah ini telah membuahkan hasil yang terus meningkat setiap tahun, sekarang tercatat ada 405 kepala keluarga atau 75 persen penduduk Desa Hiyung bergantung hidup pada komoditas cabai terpedas di Indonesia ini.”Tingkat pendapatan masyarakat dari sektor usaha tani ini cabai segar untuk lahan 0,5 hektare hasil per tahun di kisaran Rp61 juta-Rp119 juta,” ujarnya.
Meidy melanjutkan, sedangkan untuk produk turunan berupa olahan abon cabai Rp138 ribu per kg, lalu untuk sambal Rp231 ribu per kg.”Produk khas yang dipasarkan ada 28 ragam olahan Cabai Rawit Hiyung,” ujar Meidy.{[an/mb03]}

