Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Ketersediaan Pupuk Persoalan Klasik Petani

by Mata Banua
20 Mei 2024
in Indonesiana
0

 

RESES – Anggota DPRD Kalsel Dr.H.Karlie Hanafi Kalianda, SH.MH saat menggelar reses yaitu menemui masyarakat untuk menyerah aspirasi di daerah pemilihannya, Kabupaten Barito Kuala.ist

BATOLA– Dari hasil reses di 16 desa yang masuk wilayah kecamatan Rantau Badauh dan Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Dr.Karlie Hanafi Kaliaada, SH.MH mendapati masalah yang mendasar dan terjadi di setiap desa, adalah ketersediaan pupuk bersubsidi.

Berita Lainnya

Penyidik Tahan Tersangka Kasus di Disdik Kota Banjarmasin

Penyidik Tahan Tersangka Kasus di Disdik Kota Banjarmasin

26 April 2026
Kejari Tala Selidiki Dugaan Korupsi di RSUD Boejasin

Kejari Tala Selidiki Dugaan Korupsi di RSUD Boejasin

26 April 2026

“Dari 16 desa yang menjadi titik reses, masalah yang dihadapi warga sama saja, yaitu ketersediaan pupuk bersubsidi, hanya sekitar 40 persen saja yang bisa terpenuhi dari kebutuhan,” ujar Karlie Hanafi dalam perbincangan dengan wartawan di Banjarmasin, Senin (20/05) usai melaksanakan kegiatan reses pada tanggal 12 sampai 19 Mei 2024 di daerah pemilihannya Kabupaten Barito Kuala.

Sedangkan 16 desa yang menjadi titik reses di Kecamatan Rantau Badauh adalah Desa Sungai Pantai, Danda Jaya, Pindahan Baru, Gampa Asahi, Sungai Gampa, Sungai Bamban, Sungai Sahurai, Simpang Arja dan Desa Sinar Baru.

Sedangkan titik reses di Kecamatan Jejangkit dilaksanakan di Desa Cahaya Baru, Desa Sampurna, Jekangkit Muara, Jejangkit Pasar, Bahandang, Jejangkit Barat dan Desa Jejangkit Timur.

“Mata pecarian utama masyarakat di daerah yang saya datangi adalah petani, karena itu minimnya ketersediaan pupuk menjadi masalah mendasar bagi mereka. Dan masalah pupuk ini selalu saja terjadi bahkan telah menjafdfi masalah klasik yanga taerajadi dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Padahal, katanya melanjutkan, petani setempat sudah menerapkan pembelian pupuk dengan system aplikasi, namun masih belum juga tercukupi.

“Tentunya hal ini harus menjadi perhatian serius pihak terkait,” tambah Karlie Hanafi.

Sedangkan jenis padi yang ditanam adalah padi lokal seperti siam , unus karang dukuh, dan sebagian jenis padi unggul.

“Selain bercocok tanam padi. Sebagian ada juga yang menanam jeruk, kelapa sawit, sayuran serta ada juga yang melakukan budi daya perikanan dan peternakan,” katanya.

Selain, itu dalam kegiatan reses itu juga terungkap bahwa kesehatan masyarakat sudah sangat baik, Pendidikan juga baik demikian pula masasalah keagamaan dan pembinaan generasi muda.

Sementara yang masih perlu ditingkatkan adalah pembinaan terhadap generasi muda, khususnya di bidang seni budaya dan olahraga.

“Keberadaan BUMdes yang berfungsi sebagai penggerak perekonomian desa juga masih kurang bahkan bisa dikatakan belum jalan,” kata Karlie Hanafi. rds

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper