Mata Banua Online
Selasa, Februari 3, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Tapin Bangun Industri Hulu-Hilir Cabai Rawit Hiyung

by Mata Banua
20 Mei 2024
in Daerah, Lintas
0

 

CABE RAWIT-Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kabupaten Tapin Meidy Harris Prayoga bersama Ketua Kelompok Tani Cabai Rawit Hiyung, saat memantau area sentral Cabai Rawit Hiyung di Kabupaten Tapin. (foto:mb/ant)

RANTAU-Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kabupaten Tapin Meidy Harris Prayoga mengatakan, telah dilakukan pengembangan industri hulu-hilir Cabai Rawit Hiyung melalui Dinas Pertanian pada anggaran 2024.

Berita Lainnya

SD Islam Solusi latih puluhan peserta Totok Punggung

SD Islam Solusi latih puluhan peserta Totok Punggung

2 Februari 2026
Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

1 Februari 2026

“Goalnya peningkatan produksi, produktivitas dan mutu hortikultura berkelanjutan,” ujar Meidy di Rantau, Kabupaten Tapin, kemarin.

Meidy mengatakan, upaya pemerintah untuk efektivitas program yakni melakukan rehabilitasi surjan di lahan rawa, bantuan penyediaan benih hingga pengelolaan pascapanen.”Adapun dampak dari goal yang tercapai yakni meningkatkan kemandirian dan pemerataan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, inovasi daerah ini telah membuahkan hasil yang terus meningkat setiap tahun, sekarang tercatat ada 405 kepala keluarga atau 75 persen penduduk Desa Hiyung bergantung hidup pada komoditas cabai terpedas di Indonesia ini.

“Tingkat pendapatan masyarakat dari sektor usaha tani ini : cabai segar untuk lahan 0,5 hektare hasil per tahun di kisaran Rp61 juta – Rp119 juta,” ujarnya.

Lanjutnya, sedangkan untuk produk turunan berupa olahan abon cabai Rp138 ribu per kg, lalu untuk sambal Rp231 ribu per kg. “Produk khas yang dipasarkan ada 28 ragam olahan Cabai Rawit Hiyung,” ujar Meidy.

Secara historis, cabai ini telah diakui dan terdaftar resmi sebagai varietas tanaman lokal khas Tapin dengan nomor pendaftaran 09/PLV/2012 April 2012.

Cabai Rawit Hiyung (Capsicum Frutescens L), menurut penelitian dari laboratorium pengujian Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen, Kementerian Pertanian hanya bisa tumbuh maksimal di rawa lebak Desa Hiyung dan memiliki tingkat kepedasan hingga 94.500 ppm.

Tingkat kepedasan itu, disebut setara 17 kali lipat dari cabai biasa. Hasil penelitian juga menyebutkan kadar capsaicin pada Cabai Rawit Hiyung mencapai 699,87-2333, 05 ppm. Sedangkan untuk produk olahan cabai rawit hiyung sudah dilengkapi dengan izin edar pangan olahan dari BPOM dengan Nomor Merk Dagang (MD) 255616001074.{[an/mb03]}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper