Mata Banua Online
Kamis, April 23, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Akibat Alih Fungsi Lahan, Produksi Padi di Balangan Menurun

by Mata Banua
16 Mei 2024
in Balangan, Daerah
0

 

PADI-Salah satu gambaran tanaman padi. (foto:mb/ist)

PARINGIN-Alih fungsi lahan dan pengurangan jumlah lahan, merupakan faktor yang berakibat pada penurunan produksi padi di wilayah Kabupaten Balangan.

Berita Lainnya

DPMPTSP Balangan Evaluasi Lima Layanan

DPMPTSP Balangan Evaluasi Lima Layanan

22 April 2026
Tablig Akbar “Balangan Berselawat” Siap Hadirkan Habib Ali dan Guru Udin Samarinda

Tablig Akbar “Balangan Berselawat” Siap Hadirkan Habib Ali dan Guru Udin Samarinda

21 April 2026

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Balangan, Rizkianoor Fauzi, melalui petugas pendataan, Miati mengatakan produksi padi setiap tahunnya menurun, bahkan dari 2018 sampai 2022.

Produksi padi di Balangan menurun, diduga lantaran lahan pertanian yang setiap tahunnya turut berkurang.

“Faktor utama penyebab, karena lahan pertanian sekarang ini banyak dimanfaatkan untuk keperluan lainnya,” ujarnya, Rabu (15/5/2024).

Lahan pertanian tersebut dialih fungsikan untuk dijadikan perumahan dan lain sebagainya.

2018, produksi padi 206.557,8 sedangkan 2019 produksi padi mulai mengalami penurunan yaitu 155.903,61. Penurunan tersebut berlanjut di tahun 2020 186.240, 77, juga di tahun 2021 yang mengalami sedikit kenaikan yaitu 189.010,53. Akan tetapi, kembali mengalami penurunan tahun 2022 yakni 70.164,04, jelasnya.

Ia menyebut, dari delapan kecamatan di Balangan ada tiga kecamatan yang masih memiliki lahan pertanian luas yaitu di Kecamatan Awayan, Lampihong dan Batumandi.

Sedangkan di daerah pegunungan seperti Kecamatan Juai, Halong dan Tebing Tinggi, mereka biasanya memproduksi padi gogo, tambahnya.

Sebelumnya, dilaporkan lahan pertanian di Kabupaten Balangan sudah tidak bisa diperluas, hal itu disebabkan oleh alih fungsi lahan.

Untuk mengantisipasinya Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Balangan melakukan pemanfaatan lahan dengan meningkatkan indeks tanam, yaitu penanaman dua sampai tiga kali pada lahan yang mempunyai sistem irigasi.

Plt. Kepala DKP3 Balangan, Mukhlis, menjelaskan upaya untuk meningkatkan indeks tanam pada lahan pertanian dengan cara memberikan penyuluhan kepada para petani melalui para penyuluh pertanian yang ada di desa-desa di Balangan.

“Penambahan tenaga penyuluh satu desa satu penyuluh untuk membimbing para petani kita,” ujarnya di Paringin.

Meski lahan di Balangan sudah dalam keadaan sempit, pihaknya akan tetap berupaya meningkatkan kesejahteraan sektor pertanian melalui indeks penanaman tersebut.{[mc/mb03]}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper