
JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meninjau lokasi banjir bandang Sumatera Barat di Kabupaten Tanah Datar yang menewaskan puluhan orang.
Jokowi mengatakan saat ini masih mengecek jadwal. Namun, ia memastikan akan terjun langsung dalam waktu dekat.
“Kalau waktunya sudah ketemu, saya akan segera tinjau ke sana, ke Sumatera Barat, baik memberikan bantuan dan memberikan solusi ke (warga) yang terdampak,” kata Jokowi di RSUD Kabupaten Konawe, Selasa (14/5), seperti dikutip CNNIndonesia.com.
Dia mengatakan terus memantau keadaan penanganan bencana di Sumbar. Dia juga telah menugaskan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto untuk mengecek kondisi di lapangan.
“Sudah kami telepon juga perkembangannya seperti apa, kondisinya seperti apa, kami ikuti,” ujar Jokowi.
Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan penambahan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang Sumatera Barat menjadi 57 orang.
“(Total) 57 orang meninggal dunia,” kata Juru Bicara BPBD Provinsi Sumatera Barat, Ilham Wahab saat dikonfirmasi, Selasa (14/5), seperti dikutip CNNIndonesia.com.
Rinciannya, 21 korban di Kabupaten Agam, 29 korban di Kabupaten Tanah Datar, dua korban di Kota Padang Panjang, tiga korban di Kabupaten Padang Pariaman, serta dua korban di Kota Padang.
Selain itu, BPBD Provinsi Sumatera Barat mencatat masih ada 22 orang yang dilaporkan hilang. Yakni, 19 orang di Kabupaten Tanah Datar dan tiga orang di Kabupaten Agam.
BPBD juga melaporkan masih ada ribuan warga yang harus mengungsi akibat bencana banjir bandang tersebut.
“Warga terdampak 2.542 orang yang mengungsi sesuai data di posko BPBD,” ucap Ilham.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam keterangan tertulis, Selasa (14/5), yang dikutip CNNIndonesia.com menyampaikan jumlah korban ini masih sangat dinamis. Kata dia, saat ini pihaknya masih mengupayakan untuk mendatangkan alat berat guna mempermudah proses pencarian dan evakuasi.
“Untuk membantu mencari (korban) yang masih hilang alat berat itu masuk harus secepat mungkin karena kan Basarnas punya golden time di 6×24 jam, kita akan tetap upayakan mencari sampai ketemu apabila ada pihak keluarga atau ahli waris yang minta tetap dicarikan ya kita harus cari,” tuturnya.
Selain itu, kata Suharyanto, pihaknya juga terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan dasar ribuan masyarakat terdampak yang kini harus mengungsi.
Suharyanto menyebut hingga Senin kemarin pengiriman bantuan logistik masih dilakukan. Kendati masih ada tempat dan jalur yang masih tertutup dan terisolir, sehingga rencananya pengiriman bantuan akan dilakukan menggunakan jalur udara maupun darat dengan memakai jembatan darurat.
“Kita sepakat dan meyakinkan bahwa kebutuhan dasar masyarakat terdampak ini betul -betul harus dipenuhi dengan baik ketika dia korban, luka-luka, maupun yang sekarang mengungsi. Kita pastikan dan tadi kita sudah berikan bantuan awal baik yang bersifat dana maupun barang kebutuhan sehari hari dan ini akan dievaluasi terus menerus sesuai perkembangan,” ucap dia.
Banjir bandang menghantam sejumlah daerah di Sumatera Barat pada Sabtu malam (11/5). Sebanyak empat kabupaten/kota terdampak cukup parah banjir bandang tersebut, yaitu Kabupaten Agam, Tanah Datar, Tanah Panjang, Padang Pariaman. Web

