Mata Banua Online
Rabu, April 22, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Bawaslu Terus Galakan Pengawasan Partisipatif Pemilu

by matabanua
8 Mei 2024
in Indonesiana
0
BAWASLU Kalsel saat melaksanakan acara evaluasi pengawasan pemilu partisipatie. (Foto: mb/edoy)

BANJARMASIN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan pelaksanaan program pengawasan partisipatif pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020 hingga 2024.

Pada program pengawasan partisipatif ini terdapat kader yang terlatih dan terbentuk yang terdiri atas Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP), Pendidikan Pengawas Partiispatif (P2P) bagi pemilih pemula tingkat SLTA/sederajat, dan terbentuk forum/komunikasi pada kabupaten/kota se-Kalsel.

Berita Lainnya

Bupati: Berkat Sinergi Semua Pihak

Bupati: Berkat Sinergi Semua Pihak

21 April 2026
Wabup Buka Kegiatan Tahapan dan Praktik Baik

Wabup Buka Kegiatan Tahapan dan Praktik Baik

21 April 2026

Hal tersebut disampaikan pada acara Evaluasi pengawasan Pemilu partisipatie di Provinsi Kalsel yang dibuka oleh Anggota Bawaslu Kalsel Thessa Aji Budiono dengan menghadirkan dua narasumber, yakni mantan Anggota KPU Kalsel Edy Ariansyah dan Akademisi Taufik Arbain.

Anggota Bawaslu Kalsel Thessa Aji Budiono mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk mengajak elemen masyarakat dari bawaslu, pemantau pemilu, dan kader pengawas pemilu untuk bersama-sama mengevaluasi kinerja pengawasan partisipatif yang sudah di galang Bawaslu Kalsel pada perhelatan Pemilu 2024.

“Untuk pilkada tentu pengawasan partisipatif tetap menjadi strategi, cuma yang perlu diperhatikan kalau di pemilu itu pemantau pemilu mendaftar ke bawaslu, dan kalau pilkada mendaftarnya ke KPU,” ujarnya, Rabu (8/5) pagi.

Menurutnya, pengawasan partisipatif itu adalah masyarakat bersama-sama mulai berani mengawasi pilkada, misalnya dari sendiri untuk tidak ikut-ikutan melakukan pelanggaran pemilu atau pilkada, mau dan berani menolak politik uang, dan tidak segan-segan melaporkan kepada pengawas pemilu setempat. “Pengawasan partisipasi masyarakat ini akan terus kami galakan,” katanya.

Sementara, mantan Anggota KPU Kalsel Edy Ariansyah berharap bawaslu lebih memaksimalkan pengawasan partisipasi berkolaborasi dan berjejaring, sehingga perpanjangan tangan itu sampai ke akar rumput di lapisan masyarakat.

“Semakin banyak orang berpartisipasi semakin kecil pelanggaran pemilu. Kita berharap masyarakat punya kesadaran positif pada kegiatan yang dilakukan melalui program pengawasan partisipatif,” pungkasnya. rds

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper