Mata Banua Online
Senin, April 6, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Ustadz Saiful: Kaum Muslim Jangan Merasa “Pahaharatnya”

by Mata Banua
16 April 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0

BANJARMASIN – Ustadz Haji Saiful Anshari mengingatkan kaum Muslim jangan merasa “harat” (hebat) atau “pahaharatnya” (paling hebat) daripada orang lain, baik terhadap sesama maupun bukan sesama.

“Kalau sudah merasa harat atau pahaharatnya celaka atau bisa bahaya,” ujar Ustadz Saiful dalam tausiah di Masjid Assa’adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, sesudah Shalat Subuh Selasa (16/).

Berita Lainnya

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

5 April 2026
Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

5 April 2026

Pasalnya, menurut dia, urang yang merasa harat atau pahaharatnya bisa menimbulkan sombong dan “takabur” (menyalahi ketentuan Allah SWT).

Ia menambahkan, penyakit lain orang merasa harat atau pahaharatnya selalu minta pujian dan hormati

“Padahal pada dasarnya semua kehidupan kita ‘maniru’ (mencontoh) Keteladanan Rasulullah Muhammad Saw. Dalam artian yang harat atau pahaharatnya itu Nabi Muhammad Saw selaku penghulu roh manusia,” kata Ustadz Saiful.

“Jadi kalau cuma meniru, apa yang perlu disombongkan,” lanjut Ustadz Saiful dalam kajian ‘Sifat 20’ atau tarekat ‘Asy’ariyah’ secara rutin tiap Subuh Selasa (jika tidak berhalangan).

Pada kesempatan tersebut, Ustadz Saiful juga mengingatkan arti penting asupan roh atau rohani, bukan kepentingan jasad dalam keseimbangan hidup dunia akhirat.

“Sebab kalau asupan roh itu kurang atau tidak ada samasekali, maka kehidupan orang tersebut bisa ‘pusang’ (kacau balau),” lanjut Ustadz Saiful.

Ia menambahkan, kalau harga binatang di “awak” (pada jasad), sedangkan manusia pada roh.

Untuk asupan roh tersebut, menurut ustadz tersebut dengan memperbanyak amal ibadah, baik secara ritual maupun perbuatan.

“Berat atau ‘hampul’ (ringan) mayat seseorang tergantung amal ibadah orang tersebut,” demikian Ustadz Saiful Anshari. ant

 

 

Tags: Ustadz Haji Saiful Anshari
Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper