Mata Banua Online
Sabtu, April 18, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Menyantap Makanan Ultraproses Berlebihan Tingkatkan Risiko Gangguan Kecemasan

by Mata Banua
12 Maret 2024
in Mozaik
0
D:\2024\Maret 2024\13 Maret 2024\11\Halaman 1-11 Rabu\menyantap.jpg
(foto:mb/web)

 

Sebuah studi mengungkap bahwa menyantap makanan ultraproses secara berlebihan dikaitkan dengan kesehatan mental yang buruk. Konsumsi tinggi makanan ultraproses membuat seseorang berisiko 48-53 persen lebih besar untuk mengembangkan gangguan kecemasan.

Berita Lainnya

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

10 Februari 2026
5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

10 Februari 2026

Bagaimana bisa menyantap makanan ultraproses berkaitan dengan kondisi mental? Ternyata, itu ada kaitannya dengan otak, yang menjadi pusat pengendali berbagai hal, termasuk kondisi psikis seseorang.

“Otak bergantung pada sejumlah nutrisi, jadi tidak mengherankan jika makanan turut berdampak pada kesehatan mental dan suasana hati,” kata ahli diet terdaftar di British Dietetic Association, Frankie Phillips, dikutip dari laman Daily Star, Rabu (6/3/2024).

Phillips menjelaskan bahwa otak bisa dipicu oleh glukosa sehingga kadar gula darah yang stabil sangat penting untuk mengisi bahan bakar otak. Sementara, makanan ultraproses yang telah mengalami pemrosesan dan modifikasi yang signifikan dari keadaan aslinya biasanya mengandung pemanis, pewarna buatan, pengawet, rasa buatan, dan pengemulsi.

Masalah dari menyantap makanan ultraproses dalam jumlah tinggi adalah membuat seseorang lebih mungkin untuk tidak makan makanan sehat yang memiliki dampak positif pada otak. Jadi, semakin sedikit makanan ultraproses yang dimakan, akan lebih baik.

Namun, penting untuk dicatat bahwa makanan ultraproses tidak serta-merta berbahaya bagi kesehatan mental. Menurut Phillips, tidak perlu menghindarinya sama sekali atau menghilangkannya dalam menu harian, sebab tidak semua pemrosesan atau pengolahan bersifat buruk.

“Mengonsumsinya sesekali tidak masalah dan, sebagai ahli diet, saya menyarankan mengonsumsi makanan ultraproses dalam jumlah sedang akan sangat berguna pada saat hidup menjadi terlalu sibuk, tetapi moderasi adalah kata kuncinya,” ujar Phillips.

Jika ingin mengurangi asupan makanan ultraproses dan memasukkan lebih banyak makanan ramah otak ke dalam menu, mulailah secara bertahap. Misalnya, tetapkan di satu hari tertentu untuk membawa bekal makanan sehat dari rumah.rep

 

 

Tags: Gangguan Kecemasanltraprose
Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper