Mata Banua Online
Kamis, April 23, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Harga cabai di Balangan tembus Rp70 ribu per kilogram

by Mata Banua
29 Februari 2024
in Balangan, Daerah
0

 

HASIL PEMILU-Penyelenggaraan Pleno Rekapitulasi suara hasil Pemilu 2024.(foto:mb/wawan)

PARINGIN-Harga cabai merah di pasar Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan menembus kisaran Rp67.000 hingga Rp70.000 ribu per kilogram.

Berita Lainnya

DPMPTSP Balangan Evaluasi Lima Layanan

DPMPTSP Balangan Evaluasi Lima Layanan

22 April 2026
Tablig Akbar “Balangan Berselawat” Siap Hadirkan Habib Ali dan Guru Udin Samarinda

Tablig Akbar “Balangan Berselawat” Siap Hadirkan Habib Ali dan Guru Udin Samarinda

21 April 2026

“Harga cabai saat ini melambung tinggi dibandingkan minggu-minggu sebelumnya yaitu mencapai Rp70 ribu per kilogram,” kata Kepala Bidang Standarisasi, Stabilisasi, dan Pengawasan Perdagangan Disperindag Balangan Riza Kurniawan di Paringin, Kabupaten Balangan.

Riza menuturkan, harga cabai relatif stabil kisaran Rp15.000-Rp20.000 per kilogram pada bulan sebelumnya, namun kini telah melambung tinggi.

Menurut Riza, kenaikan harga cabai dipengaruhi beberapa faktor dominan, salah satunya kelangkaan stok cabai di pasaran yang tidak mampu memenuhi permintaan tinggi dari konsumen lokal.

Riza menyebutkan, permintaan yang melonjak tinggi di pasaran menjadi salah satu penyebab utama kenaikan harga, sementara ketersediaan pasokan cabai tidak sebanding dengan kebutuhan para konsumen.

Selain itu, Riza mengungkapkan, kendala distribusi juga menjadi faktor utama yang menyebabkan harga cabai semakin meroket, terlebih Kabupaten Balangan mengandalkan pasokan cabai dari luar daerah terutama Pulau Jawa dan Sulawesi.

“Namun kondisi air laut yang tidak stabil juga seringkali menghambat pengiriman cabai ke Kalimantan Selatan melalui jalur kapal,” terang Riza.

Riza menambahkan kondisi tersebut mengakibatkan keterlambatan dalam distribusi dan penurunan pasokan, yang secara langsung berdampak pada kenaikan harga di tingkat konsumen.

Selain faktor distribusi ujar Riza, cuaca buruk dan serangan hama juga menjadi kendala tambahan, dalam menjaga stabilitas harga cabai di Kabupaten Balangan.

Riza sangat berharap, pemerintah daerah dapat membawa kembali stabilitas harga cabai, serta memastikan ketersediaan komoditas ini bagi masyarakat dengan harga yang terjangkau.

Sementara itu salah satu pengunjung pasar Paringin, Lestari sangat berharap pemerintah daerah secepat mungkin dapat menstabilkan harga cabai ini karena Bulan Ramadhan sudah semakin dekat.

“Semoga pemerintah dapat segera menstabilkan harga cabai ini, karena sebentar lagi kita akan memasuki bulan puasa,” harap pengunjung pasar Paringin tersebut.{[an/mb03]}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper