Mata Banua Online
Sabtu, Maret 28, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pemprov Kalsel Terus Optimalkan Pemenuhan Daging Sapi

by Mata Banua
27 Februari 2024
in Pemprov Kalsel
0

 

Sekdaprov Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar berfoto bersama usai pembukaan Rapat Koordinasi Pengembangan SISKA KU INTIP (Sosialisasi Roadmap SISKA KU INTIP, Prospektus Usaha Klaster dan Naskah Akademik Konversi Kemitraan FPKM), di Banjarbaru (foto:mb/adpim)

BANJARBARU – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar menyatakan Pemprov Kalsel terus mengoptimalkan pemenuhan daging sapi, salah satunya melalui Sistem Integrasi Kelapa Sawit Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma (SISKA KU INTIP).

Berita Lainnya

Sekdaprov Kalsel Sidak ke Sejumlah SKPD Pemprov Kalsel

Sekdaprov Kalsel Sidak ke Sejumlah SKPD Pemprov Kalsel

26 Maret 2026
Gubernur Kalsel Sampaikan LKPj Tahun Anggaran 2025

Gubernur Kalsel Sampaikan LKPj Tahun Anggaran 2025

26 Maret 2026

Pemprov Kalsel juga men­dukung kolaborasi SISKA Supporting Program Indonesia-Australia Red Meat and Cattle Partnership (SSP-IARMCP) melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan.

Hal itu terungkap pada Rapat Koordinasi Pengembangan SISKA KU INTIP (Sosialisasi Roadmap SISKA KU INTIP, Prospektus Usaha Klaster dan Naskah Akademik Konversi Kemitraan FPKM), di Banjar­baru, Selasa (27/2).

Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar mengatakan, pemenuhan kebutuhan daging sapi di Kalsel cenderung menga­lami kekurangan setiap tahun. Populasi sapi di Kalsel pada 2023 dengan data semen­tara sebanyak 191.375 ekor.

“Dari data sementara tahun 2023, ketersediaan daging sapi sebanyak 5.507 ton, sedangkan kebutuhan daging sapi mencapai 7.030 ton atau defisit 1.523 ton setara 11.451 ekor,” kata Roy.

Saat ini, Pemprov Kalsel telah berupaya meningkatkan populasi dan produksi daging melalui program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (SIKOMANDAN) yang setiap tahun mampu melahirkan anak sapi atau pedet sebanyak 28.000 ekor.

Namun dikarenakan keterba­tasan pakan dan jumlah pelaku usaha penggemukan sapi/feed­loo­ter di Kalsel, beberapa sapi bakalan hasil SIKOMANDAN dijual ke luar provinsi Kalsel.

“Atas dasar tersebut Pem­prov Kalsel menciptakan inovasi berbasis penguatan sinergi dan kolaborasi multipihak (pen­tahelix) yaitu pelibatan peme­rintah, pelaku usaha/swasta, akademisi, pekebun/peternak dan komunitas,” kata Roy.

Selain pertambangan di Kalsel, kebun sawit merupakan sektor penyumbang kedua di Kalsel yang memiliki potensi kebun sawit. Salah satu pro­gramnya yaitu SISKA KU INTIP dengan memanfaatkan kebun sawit menjadi area peternakan sapi potong dengan harapan dapat dikembangkan di seluruh kalsel agar kedepannya di 2032 Kalsel mencapai swa­sembada daging.

“Kita mengharapkan kola­borasi dengan semua pihak dan semua sektor program ini sangat dibutuhkan karena road map ini sangat diperlukan untuk memperlancar program inovasi SISKA KU INTIP,” jelasnya. MC Kalsel/scw/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper