Mata Banua Online
Selasa, April 28, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Ganjar: Rakyat Bukan Ayam

Capres 03 Sindir Intimidasi Selama Pilpres 2024

by Mata Banua
4 Februari 2024
in Headlines
0
Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo

JAKARTA – Calon presiden nomor urut 03 Ganjar Pranowo menegaskan rakyat Indonesia memiliki hak untuk menentukan pilihannya tanpa ada intimidasi atau paksaan. Ia menganalogikan rakyat Indonesia bukan seperti ayam yang bisa disiksa hingga dicabut bulunya.

“Bapak/Ibu, kita tidak mau rakyat diperlakukan seperti ayam, disiksa, dicabut bulunya, dan kemudian pada saatnya dia diundang untuk dikunci perutnya dengan gula-gula. Rakyat bukan ayam, rakyat bisa menentukan sendiri nasibnya,” ucap Ganjar dalam Konser Salam Metal Ganjar-Mahfud Menang Total di Stadion GBK, Jakarta Pusat, Sabtu (3/2), seperti dikutip CNNIndonesia.cm.

Berita Lainnya

Gubernur Kalsel Terima Penghargaan dari Kemendagri

Gubernur Kalsel Terima Penghargaan dari Kemendagri

27 April 2026
Tokoh Buruh Jabat Menteri LH

Tokoh Buruh Jabat Menteri LH

27 April 2026

“Maka, keberanian ini perlu kita dorong terus menerus. Keberanian ini perlu kita angkat dan itulah peran bapak ibu semuanya. Budayawan sudah berbicara, wartawan sudah menyuarakan, civil society termasuk juga ilmuwan sekarang sudah keluar kampus untuk menyampaikan itu. Ini peringatan keras buat demokrasi yang ada di Indonesia,” tegasnya.

Ganjar mengajak para pendukungnya untuk terus menjaga pikiran dan hati yang sehat dalam kontestasi lima tahunan ini. Ia pun mengajak semua pihak untuk selalu mendengarkan jeritan suara si miskin.

Lalu, capres nomor urut 3 itu merinci sejumlah program yang akan dijalankannya jika menang bersama Mahfud MD di Pilpres 2024.

“Kenapa Ganjar-Mahfud punya program satu keluarga miskin satu sarjana? Agar harkat dan martabat mereka naik, agar kemiskinan bisa diselesaikan dengan mandiri,” jelasnya.

“Kenapa kami ingin membuat satu desa, satu faskes (fasilitas kesehatan), satu nakes (tenaga kesehatan)? Agar layanan kesehatan baik, agar ibu-ibu hamil mereka mendapatkan perawatan bagus, agar stunting bisa dicegah, agar kelak mereka menjadi anak-anak bangsa terbaik yang siap bersaing di dunia internasional,” tambahnya.

Sindiran Ganjar untuk demokrasi Indonesia juga disuarakan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Megawati mengatakan rakyat Indonesia tidak boleh dipecah oleh pihak yang ingin melanggengkan kekuasaan.

Ia meminta para kadernya dan pendukung Ganjar-Mahfud agar tidak takut melawan segala bentuk intimidasi, terutama dalam ajang Pemilu 2024.

“Jadi kalau ada yang berniat atau melakukan hal-hal yang merugikan rakyat Indonesia apakah kamu takut? Apakah kamu takut? Kenapa? Karena perundangan kita itu melindungi seluruh rakyat Indonesia di manapun berada,” tegas Megawati dalam acara yang sama.

Putri Presiden Indonesia ke-1 Sukarno itu juga bercerita selalu ditenangkan oleh kedua anaknya, yakni Prananda Prabowo dan Puan Maharani, dalam menghadapi situasi demokrasi di Indonesia saat ini.

Meski begitu, Megawati mengaku tak bisa menutupi kegerahannya dengan apa yang terjadi di Tanah Air saat ini.

“Ibu hari-hari ini sama Mbak Puan (Puan Maharani) dan Mas Nanan (Prananda Prabowo) bilangnya gini, ‘mama sabar, sabar, sabar’. Ngomong sabarnya tiga kali loh,” tuturnya.

“Eh, tapi lama-lama kok ya enggak sabar ya. Karena saya enggak bisa melihat bahwa yang namanya kekuasaan digunakan mengintimidasi rakyat Indonesia yang punya hak sama di dalam hukum. Konstitusi kita dibuat oleh pendiri dan pejuang kita, dikatakan bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama, sama, sama. Di mana? Di mata hukum. Ingat!” kata Megawati.

Sindiran Megawati dan Ganjar tak secara tegas diarahkan ke siapa. Namun kritik dari berbagai elemen masyarakat belakangan ini diarahkan kepada Presiden Joko Widodo.

Jokowi dianggap berpihak dalam gelaran Pilpres 2024 dengan dugaan condong ke arah pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper