Mata Banua Online
Kamis, Mei 14, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Muhadjir: Penyaluran Bansos Tak Pakai Data Kemenko PMK

Stafsus Presiden Sebut BLT Dirapel Tiga Bulan

by Mata Banua
1 Februari 2024
in Headlines
0
Menko PMK Muhadjir Effendy

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy membantah pembagian bantuan sosial (bansos) periode Januari hingga Februari 2024 menggunakan data kementeriannya.

Ia mengatakan pemerintah dalam pembagian bansos tetap menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial (Kemensos).

Berita Lainnya

Novel Sentil Hakim Militer dan Eks Kabais

Novel Sentil Hakim Militer dan Eks Kabais

12 Mei 2026
Dipasang Gelang Deteksi, Nadiem Jadi Tahanan Rumah

Dipasang Gelang Deteksi, Nadiem Jadi Tahanan Rumah

12 Mei 2026

“Tidak benar itu. Untuk PKH dan BLT Elnino tetap menggunakan DTKS. Bantuan cadangan pangan (beras) saja yang menggunakan data P3KE,” kata Muhadjir kepada CNNIndonesia.com, Kamis (1/2).

Muhadjir menjelaskan, alasan Menteri Sosial Tri Rismaharini jarang mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pembagian bansos, lantaran Risma fokus pada program-program Kemensos lainnya. Terutama program pemberdayaan Program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA).

“Memang beliau punya urusan. Kalau jarang mendampingi presiden pada waktu bagi bansos itu karena beliau harus fokus juga ke program lainnya,” jelasnya.

“Sama dengan saya sebagai Menko juga tidak bisa terus terusan mendampingi presiden. Masa jabatannya tinggal menghitung bulan. Harus mengejar target tahun terakhir,” imbuhnya.

Sebelumnya, Politikus PDIP Aria Bima menyebut pemerintah tak menggunakan data Kemensos dalam pembagian bansos periode Januari hingga Februari 2024.

“Data validasi bansos yang dimiliki oleh Kemensos, yang selalu diperbaiki oleh Kemensos, ini infonya tidak dipakai dalam penyebaran atau pembagian bansos yang bulan Januari Februari ini,” kata Aria di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Rabu (31/1).

Aria mengatakan informasi itu didapatkan langsung dari Menteri Sosial Tri Rsmaharini. Risma mengungkap pemerintah menggunakan data dari Kemenko PMK dalam pembagian bansos tersebut.

“Yang disampaikan, yang dipakai adalah data dari Menko PMK yang itu adalah data-data yang di-collect sebagian dari Kemensos tapi sebenarnya kurang tervalidasi dari periodik,” ujarnya.

Dalam berbagai kegiatan pembagian bansos yang dilakukan Jokowi belakangan ini, Menteri Sosial Tri Rismaharini memang tak dilibatkan.

Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana menjelaskan alasan Risma tak hadir karena kementerian/lembaga yang diajak langsung oleh Jokowi dalam pembagian bansos adalah mereka yang terkait dengan program bansos tersebut.

Ari membantah anggapan Jokowi tidak mengajak Risma karena berstatus sebagai kader PDIP. Dia menegaskan tidak ada unsur politik dalam pembagian bansos.

Terkini Jokowi memutuskan untuk merapel pemberian BLT Rp 200 ribu. Pemberian bantuan itu dirapel tiga bulan dan diberikan pada Februari 2024.

BLT yang diberikan akan berjumlah Rp 600 ribu per penerima. Total penerima BLT ini berjumlah 18 juta keluarga penerima manfaat. web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper