Mata Banua Online
Senin, April 6, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Tahun Politik, Bagaimana Sentimen Investor Properti?

by Mata Banua
28 November 2023
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2023\November 2023\29 November 2023\6\hal 6 - 2 klm (Bawah).jpg
(foto:mb/web)

 

JAKARTA – Head of Research Colliers, Ferry Salanto, menagakan pemilihan umum tidak menentukan nasib kondisi pasar properti. Namun, menurut dia, pemilihan umum dapat mem­pengaruhi sentimen investor secara keseluruhan.

Berita Lainnya

Harga Plastik Naik, PKL Menjerit

Harga Plastik Naik, PKL Menjerit

5 April 2026
Perajin Tahu-Tempe Makin Tergencet

Perajin Tahu-Tempe Makin Tergencet

5 April 2026

“Setelah pemilihan, diharapkan pembeli properti akan melanjutkan aktivitas dan menghidupkan kembali pasar,” kata Ferry dalam pernyataan tertulisnya.

Seperti salah satunya di sektor properti perkantoran. Ferry mengung­kapkan secara umum kekhawatiran terhadap potensi ketidakstabilan politik, tidak terlalu berpengaruh terhadap sektor perkantoran.

Di kalangan pemilik atau pengem­bang properti perkantoran, Ferry menyebut kekhawatiran terbesar adalah hasil dari pemilu akan berpengaruh pada perubahan regulasi atau tidak.

Terutama perubahan regulasi terkait dengan proyek konstruksi yang sedang berlangsung. “Pada umumnya pelaku bisnis cenderung untuk mengambil pendekatan wait and see atau memastikan proyek pembangunan berjalan lancar, dan segera membuat keputusan saat sudah ada kepastian dari hasil pemilihan umum,” tutur Ferry.

Lalu di properti industrial, Ferry menyebut investor dan perusahaan saat ini berpacu untuk mempercepat pemyelesaian proyek-proyek yang ada untuk mengejar target sebelum pemilihan umum. Bila ada pekerjaan proyek yang terkait kerjasama dengan pemerintah, dia mengatakan, pelaku bisnis cenderung mengambil pendekatan wait and see.

“Kekhawatiran muncul jika ada kebijakan baru dianggap tidak menarik bagi sektor bisnis yang berpotensi menurunkan minat investasi,” ucap Ferry.

Sementara di prodperti ritel, dia mengatakan iklim politik dapat memengaruhi keputusan strategis bagi pemain baru di pasar ritel. Terutama retailer asing yang memiliki kekhawatiran terhadap potensi perubahan regulasi.

“Berdasarkan temuan kami, terlihat para pengusaha ritel cenderung ingin agar proyek-proyek mereka dapat diselesaikan sebelum pemilihan umum dan pergantian kepemimpinan. Hal ini agar keberlangsungan proyek bisa menjadi lebih pasti. Dari sudut pandang retailer, inisiatif ekspansi tetap tidak terpengaruh selama mereka menilai lokasi tersebut sesuai dan menjanjikan,” kata Ferry menjelaskan.

Selanjutnya di properti hotel, Ferry menuturkan, sebagian besar pelaku bisnis berharap pemilu akan selesai dalam satu putaran. Dengan begitu diharapkan pelaku industri hotel bisa lebih fokus pada pasar bisnis lain yang memberikan kontribusi pendapatan yang lebih signifikan.

“Hotel bisnis, terutama bintang empat dan lima di Jakarta, dinilai akan lebih selektif dalam mengakomodir kegiatan terkait acara politik selama pemilihan umum 2024,” ujar Ferry.

Di sisi lain, jika berkaca pada kondisi beberapa tahun terakhir, pasar hunian untuk ekspatriat umumnya tidak terpengaruh secara langsung dengan adanya pemilihan umum.

Seperti halnya dengan pasar industrial dan ritel, Ferry menga­takan kekhawatiran biasanya muncul karena adanya potensi regulasi dapat saja berubah saat pemerintahan bertransisi.

“Oleh karena itu, dampak pada pasar sewa hunian bagi pekerja asing mungkin dapat terasa setelah pemilihan umum selesai dan kebijakan baru diterapkan,” kata Ferry.

Menurut Ferry menegaskan, pemilihan tidak menentukan nasib kondisi pasar akan tetapi pemilihan ini mempengaruhi sentimen secara keseluruhan. “Setelah pemilihan, diharapkan pembeli properti akan melanjutkan aktivitas dan menghidupkan kembali pasar,” ucap Ferry.

Seperti salah satunya di sektor properti perkantoran. Ferry mengung­kapkan secara umum kekhawatiran terhadap potensi ketidakstabilan politik, tidak terlalu berpengaruh terhadap sektor perkantoran. Di kalangan pemilik atau pengembang properti perkantoran, Ferry menyebut kekhawatiran terbesar adalah hasil dari pemilu akan berpengaruh pada perubahan regulasi atau tidak.

Terutama perubahan regulasi terkait dengan proyek konstruksi yang sedang berlangsung. “Pada umumnya pelaku bisnis cenderung untuk mengambil pendekatan wait and see atau memastikan proyek pembangunan berjalan lancar, dan segera membuat keputusan saat sudah ada kepastian dari hasil pemilihan umum,” tutur Ferry. rep/mb06

 

 

Tags: Ferry Salanto. Investor Properti.Head of Research Colliers
Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper