Mata Banua Online
Minggu, Februari 1, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Petani harapkan kemarau segera berakhir

by matabanua
22 Agustus 2023
in Daerah, Lintas
0

 

PETANI-Sungai Aluan salah satu petunjuk alami tanda-tanda memasuki musim penghujan bagi petani di wilayah Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan.(foto:mb/ant)

BARABAI-Petani di Kalimantan Selatan (Kalsel), terutama daerah hulu sungai atau “Banua Anam” provinsi tersebut mengharapkan kemarau segera berakhir, karena sudah hampir memasuki musim “bahuma” (bercocok tanam).

Berita Lainnya

Ikan mati massal di Batola, dewan minta dinas terkait bantu pokdatan

Ikan mati massal di Batola, dewan minta dinas terkait bantu pokdatan

29 Januari 2026
SD Islam Solusi latih puluhan peserta Totok Punggung

SD Islam Solusi latih puluhan peserta Totok Punggung

28 Januari 2026

Pantauan Antara Kalsel, Selasa melaporkan, persawahan petani di Banua Anam provinsi tersebut kini pada kekeringan, bahkan ada di antara tanahnya sudah lekang seperti halnya di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Banua Anam Kalsel meliputi Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), HST, Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong, juga merupakan sentra pertanian provinsi yang kini berpenduduk lebih empat juta jiwa tersebar pada 13 kabupaten/kota tersebut.

Sementara warga Desa Aluan Mati Kecamatan Batu Benawa HST, Muhran (64) mengatakan, kalau melihat tanda-tanda masih jauh dari “musim banyu” (penghujan.

Kakek dari lima cucu itu menunjuk salah satu tanda yang kebiasaan bagi orang kampungnya/desanya mulai turun ke sawah yaitu Sungai Aluan atau anak Kali Benawa.

“Kebiasaan kami disini, kalau ‘banyu’ (air) Sungai Aluan itu sudah tiga kali ‘lancur’ (mengalir), baru mulai musim bahuma. Sampai saat ini satu kali pun tidak ada banyu Sungai Aluan lancur,” ujar pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) tersebut.

Namun, lanjut pensiunan PNS/Guru Agama Islam tersebut, kalau sampai akhir Agustus ini hujan belum juga turun, warga tani terpaksa menyiapkan lahan seadanya serta “manaradak” (menyiapkan anakan padi dengan cara disemai).

“Jadi kalau lahan sawah serta anakan padi, ketika banyu datang/musim penghujan tiba bisa sesegeranya ‘batanjang’ (menanam padi),” demikian Muhran.

Sebagai catatan, Desa Aluan Besar Kecamatan Batu Benawa pernah tempat Pekan Nasional (Penas) Tani Tahun 1989-an, karena desa itu tergolong maju usaha tani seperti menanam varietas unggul PB5 dan PB8.

Selain itu, ada petani yang bisa panen dua kali dalam setahun, terutama bagi daerah irigasi pertanian.{[an/mb03]}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper