Mata Banua Online
Jumat, Mei 8, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Bulog Cari Negara Alternatif Impor Beras

by matabanua
6 Juni 2023
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2023\Juni 2023\7 Juni 2023\7\7\Foto hal Ekonomi  ( 07 Juni )\ascas.jpg
Ilustrasi (foto:mb/web)

 

JAKARTA – Perum Bulog akan mencari negara alternatif pengimpor beras, menyusul adanya rencana Vietnam yang akan memangkas ekspor beras menjadi 4 juta ton per tahun pada 2030, dari sebelumnya 7,1 juta ton tahun lalu.

Berita Lainnya

Pertamina Tegaskan Keandalan Pasokan Avtur

Pertamina Tegaskan Keandalan Pasokan Avtur

7 Mei 2026
OJK: Kinerja Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Global

OJK: Kinerja Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Global

7 Mei 2026

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, menyampaikan pihaknya dapat memaklumi rencana Vietnam membatasi ekspor beras, sehingga Indonesia perlu mencari negara-negara alternatif lain seperti Thailand, India, Myanmar dan Pakistan untuk memenuhi kebutuhan beras dalam negeri. “Nggak apa-apa karena itu kondisi situasi, negara-negara punya kebijakan. Sekarang kita harus mencari alternatif, Vietnam oke punya kebijakan itu, tapi ada Thailand, India, Pakistan, ya kita lihat saja,” kata Buwas di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Senada, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, mengatakan, rencana Vietnam itu menjadi tanda untuk Indonesia melakukan produksi.

“Ini waktunya kita sama-sama produksi, jadi kalau produksinya lebih tinggi jauh di atas 31 juta, itu akan sangat baik untuk kita,” ujarnya.

Namun, paralel dengan peningkatan produksi beras dalam negeri, Indonesia juga perlu meningkatkan produksi bahan pangan lain seperti umbi-umbian, sayur mayur, buah-buahan dan lainnya.

Vietnam baru-baru ini berencana untuk memangkas ekspor berasnya pada 2030. Menurut dokumen tertanggal 26 Mei 2023 itu, rencana tersebut bertujuan untuk meningkatkan ekspor beras berkualitas tinggi, memastikan ketahanan pangan dalam negeri, melindungi lingkungan dan beradaptasi dengan perubahan iklim. Sebagai pengekspor beras terbesar ketiga di dunia setelah India dan Thailand, rencana tersebut dapat berpengaruh ada pendapatan ekspor beras per tahun.

“Pendapatan ekspor beras akan turun menjadi US$2,62 miliar per tahun pada 2030, turun dari US$3,45 miliar pada 2022,” kata dokumen tersebut, melansir Reuters.

Dokumen itu juga menjelaskan bahwa Vietnam akan mendiversifikasi pasar ekspor berasnya untuk mengurangi ketergantungannya pada negara manapun, serta memangkas residu produk perlindungan tanaman termasuk pestisida dalam berasnya. Pemerintah Vietnam menyebut, negara mereka akan fokus pada produksi beras berkualitas tinggi, harum, dan beras ketan, sambil mengurangi produksi biji-bijian berkualitas rendah hingga 15 persen dari total produksi pada 2025 dan menjadi 10 persen pada 2030. bisn/mb06

 

 

Tags: BulogImpor Beras
Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper