RANTAU,- Ratusan petani desa Sungai Rutas, Kecamatan Candi Laras alami gagal panen akibat dampak kekeringan panjang. Tidak hanya gagal panen, perkebunan cabe rawit warga juga ikut ludes terbakar, karena kebakaran hutan yang terjadi hampir di seluruh wilayah desa Sungai Rutas.
Kesedihan diungkapkan Nasir salah seorang petani desa Sungai Rutas yang harus menelan kerugian bertubi – tubi. “Tidak hanya gagal panen padi akibat kekeringan. Ribuan tanaman cabe yang menjadi harapan terakhir warga untuk menyambung hidup juga ludes dilahap api,” ujarnya kepada awak media, Senin (14/09/26).
Nasir berharap, gagal panen yang terjadi diharapkan menjadi perhatian dari pemerintah daerah untuk dapat membantu kerugian masyarakat agar dapat bisa melaksanakan tanam padi di tahun mendatang.”Untuk mengurangi biasa produksi, masyarakat sangat berharga ada bantuan obat-obatan, pupuk dan bantuan bibit untuk memulai tanam tahun depan,” lanjutnya.
Nasir menambahkan, sudah 5 tahun hasil pertanian tidak lagi berproduksi maksimal, dan tahun ini yang terparah karena terdampak kekeringan. Selain itu, biasanya hasil produksi cabe bisa mengganti biaya taman padi, namun karena kebun – kebun cabe yang menjadi penopang ikut terbakar, warga tidak lagi memiliki sumber keuangan u untuk memulai lagi tanam tahun depan.”Modal yang adapun sebagian masih berhutang,” ungkapnya.
Dari data yang dihimpun setidaknya ada kurang lebih dua ratus hektar lahan padi yang gagal panen serta puluhan hektar kebun cabe rawit warga yang ikut terbakar akibat Karhutla.{[her/mb03]}
