JAKARTA– Asrama Mahasiswa Kalimantan Selatan (AMKS) Syech Muhammad Arsyad Al Banjari menyimpan nilai historis yang panjang sebagai fasilitas pemondokan bagi para mahasiswa asal Banua yang tengah menuntut ilmu di ibu kota.
Dalam perkembangannya, fasilitas pemondokan milik Pemerintah Provinsi Kalsel ini memiliki total 20 unit kamar. Namun, saat ini hanya 18 kamar yang berfungsi dan layak dihuni, sementara dua kamar lainnya memerlukan perbaikan.
Kondisi fisik aset daerah tersebut mendasari Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) monitoring ke AMKS Syech Muhammad Arsyad Al Banjari di Jakarta pada Jumat (16/10) pagi.
Di sela peninjauan, Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Ilham Nor, S.T., menyampaikan apresiasinya atas langkah pemeliharaan yang mulai berjalan, sekaligus menekankan pentingnya perbaikan berkelanjutan.
“Berkat kerja sama dengan Biro Umum, alhamdulillah sudah ada beberapa renovasi kecil yang dilakukan, seperti beberapa ruangan dan bagian atap yang kini sudah bisa digunakan kembali. Walaupun belum sepenuhnya sempurna, pembenahan ini akan terus kita kerjakan secara bertahap sehingga aset Pemprov Kalsel ini dapat kita tata dengan lebih baik lagi,” ujar Ilham Nor.
Lebih lanjut, Ilham Nor membeberkan sejumlah catatan hasil pengamatan langsungnya saat menyusuri area dan ruangan kamar asrama.
“Kami tadi berkesempatan berkunjung ke beberapa kamar. Ada beberapa bagian yang masih perlu direnovasi, seperti toilet, kamar mandi, maupun dapur. Saya juga melihat masih ada dinding ruangan yang menggunakan material tripleks,” pungkasnya.
Sementara itu, Pembina AMKS Syech Muhammad Arsyad Al Banjari, Mubarak, menyambut hangat kedatangan para wakil rakyat tersebut dan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan terhadap kondisi para mahasiswa di Jakarta.
“Kami sangat berterima kasih kepada rombongan Bapak dan Ibu atas kunjungannya ke AMKS ini, sehingga dapat melihat secara langsung kondisi fisik di sini. Berkat renovasi yang dilakukan secara bertahap ini, alhamdulillah sangat menunjang proses belajar maupun kegiatan studi para mahasiswa di sini,” tutur Mubarak.
Kunjungan kerja dalam rangka peninjauan aset dan penyerapan aspirasi ini turut didampingi oleh perwakilan dari Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kalsel, serta Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sedtaprov Kalsel.rds
