BANJARBARU – Gubernur Kalimanan Selatan H Muhidin mendampingi kunjungan kerja (Kunker) Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Senin (12/10) siang.
Kunker ini menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi perhatian di Provinsi Kalsel.
Dalam kesempatan itu, Menhut, Raja Juli Antoni mengapresiasi koordinasi lintas instansi dalam penanganan karhutla di Kalsel. Berdasarkan pemantauan pada hari kunjungan, kondisi titik panas di Kalsel dinilai palng baik dibandingkan provinsi lain di Kalimantan.
“Per hari ini, alhamdulillah, Kalimantan Selatan angka hotspot-nya terbaik di Kalimantan,” ujar Menteri Raja Juli Antoni.
Meski demikian, upaya pengendalian belum bisa mengendur. Hujan alami diperkirakan baru turun pada pertengahan November, sementara lahan gambut masih rentan terbakar dan berpotensi memicu kebakaran kembali jika pengawasan melemah.
“Masih ada sekitar satu bulan lagi. Saya berharap di bawah kepemimpinan Pak Gubernur, Kapolda, Pangdam, Manggala Agni dan relawan, semua tetap waspada,” tegasnya.
Karena itu, Menhut menekankan pentingnya menjaga konsistensi pemadaman dan pencegahan selama sekitar satu bulan ke depan.
Selain itu, Menhut juga mengapresiasi sinegi Gubernur H. Muhidin bersama TNI, Polri, Manggala Agni, BNPB, BPBD, BMKG, serta kelompok relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.
“Saya percaya, dengan koordinasi yang sangat baik, kita bisa atasi titik-titik lainnya dengan baik,” ujarnya.
Di sisi lain, Gubernur H Muhidin menjelaskan, Pemprov Kalsel terus mengintensifkan patroli, terutama di kawasan hutan lindung Liang Anggang yang masuk wilayah ring satu Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Dinas Kehutanan mengerahkan sekitar 150 personel untuk melakukan patroli di dalam maupun di luar kawasan hutan lindung guna memperkuat pengawasan dan mencegah munulnya titik kebakaran baru.
“Gerakan kita untuk menjaga hutan lindung ini, Dinas Kehutanan rutin melakukan patroli. Ada 150 orang yang dikerahkan, baik di luar maupun di dalam kawasan,” ujar Gubernur H Muhidin.
Pengawasan di sekitar bandara menjadi perhatian karena wilayah rawan karhutla mencakup Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, hingga Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Namun, penaganan tidak hanya difokuskan di kawasan tersebut, melainkan tetap membutuhkan koordinasi di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalsel.
Selain itu, Gubernur H Muhidin menegaskan, Pemprov Kalsel siap membantu daerah yang membutuhkan tambahan dukungan operasional.
Orang nomor satu di Provinsi Kalsel itu meminta para bupati dan walikota segera berkoordinasi apabila anggaran penanganan karhutla yang tersedia tidak lagi mencukupi.
“Kalau dana yang sudah diberikan oleh Presiden habis, tolong beritahu Gubernur agar bisa menyuplai kebutuhan yang diperlukan. seperti kebutuhan solar juga kita bantu,” katanya.
Selain dukungan pemerintah keterlibatan sektor swasta juga mulai diperkuat. Gubernur H Muhidin menyebutkan, sudah ada empat perusahaan yang menyatakan kesiapan membantu pendanaan relawan untuk mendukung upaya pemadaman di lapangan.
Pemprov Kalsel selanjutnya akan mengarahkan dukungan tersebut melalui lembaga atau kelompok relawan yang dapat dibina bersama perusahaan. “Sudah ada empat perusahaan yang siap membantu pendanaan relawan,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan perusahaan penting agar penanganan karhutla tidak hanya bertumpu pada pemerintah dan petugas di lapangan. Dukungan swasta diharapkan turut menjangkau wilayah sekitar operasional perusahan maupun kabupaten lain yang menghadapi kebakaran.
“Perusahaan kita minta membantu memadamkan api di Kalimantan Selatan, baik di daerah ring satu maupun di kabupaten-kabupaten lainnya,” pungkasnya.
Kunjungan itu turut dihadiri jajaran pejabat Kementerian Kehutanan RI, unsur Forkopimda Kalsel, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Noviar, Kabinda Kalsel Brigjen Pol Sentot Adi Dharmawan, serta Walikota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby. adp/ani
