RANTAU – Kebakaran hutan dan lahan seluas sekitar delapan hektare di dua desa di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, memicu asap tebal yang menyelimuti Kota Rantau pada Minggu malam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin melaporkan, kebakaran terjadi di Desa Sungai Rutas Hulu, Kecamatan Candi Laras Selatan, dan Desa Pematang Karangan Hilir, Kecamatan Tapin Tengah.
“Kebakaran pertama dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.52 Wita di Desa Sungai Rutas Hulu dengan luas lahan terbakar sekitar lima hektare. Area tersebut berupa semak belukar dan pepohonan rumbia di lahan gambut,” demikian laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Tapin yang diterima, di Rantau, Kabupaten Tapin, Minggu.
Sementara itu, kebakaran kedua terjadi sekitar pukul 14.00 Wita di Desa Pematang Karangan Hilir dengan luas lahan terbakar sekitar tiga hektare. Api melanda kawasan semak belukar di lahan kering.”Asap dari kedua lokasi kebakaran tersebut berdampak hingga Kota Rantau dan menyebabkan kondisi udara diselimuti asap tebal,” katanya.
Ia menyebutkan, BPBD Tapin mencatat sekitar 1,5 hektare lahan di lokasi pertama dan satu hektare di lokasi kedua telah ditangani dalam proses pemadaman. Petugas memastikan titik api di kedua lokasi berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman.”Penyebab kebakaran di kedua lokasi tersebut hingga kini belum diketahui,” tambahnya.
Di tengah penanganan kebakaran, kata dia, BPBD Tapin juga mencatat 89 titik panas (hotspot) di wilayah kabupaten Tapin pada Minggu.”Sebaran titik panas terbanyak berada di Kecamatan Candi Laras Utara sebanyak 59 titik, disusul Tapin Selatan 17 titik dan Lokpaikat tujuh titik. Sisanya tersebar di Binuang dan Bungur masing-masing dua titik, serta Piani dan Salam Babaris masing-masing satu titik,” ungkapnya.{[an/mb03]}
