BANJARBARU – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq menyiapkan gerakan terpadu lintas sektor untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Langkah itu dilakukan melalui pembagian wilayah kerja dan penerapan strategi pemadaman sesuai karakteristik lahan terdampak.
Hal itu disampaikan Hanif dalam rapat teknis yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) serta perwakilan forum perusahaan pertambangan di Kalsel.
Hanif mengatakan, upaya pemadaman karhutla yang telah berlangsung hampir tiga bulan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Meskipun sejumlah titik api berhasil dikendalikan, kebakaran masih terus terjadi dan bergeser ke wilayah lain sehingga diperlukan langkah penanganan lebih terkoordinasi.
“Kita menyadari betul bahwa hampir tiga bulan berjibaku dengan api, tetapi api tidak mudah dikendalikan dengan baik sehingga keterlibatan semua pihak sangat diperlukan,” ujarnya, di Banjarbaru, Sabtu (10/10).
Hanif menjelaskan, rapat teknis tersebut bertujuan menyamakan langkah sekaligus membagi wilayah kerja sebelum pelaksanaan operasi pemadaman secara bersama-sama. Seluruh unsur yang terlibat dijadwalkan mengikuti apel bersama pada pagi hari sebelum bergerak ke lokasi yang telah dipetakan.
Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat sekitar 10.000 hektare area terdampak yang menjadi sasaran penanganan lanjutan. Setelah upaya pengendalian dilakukan di sejumlah lokasi utama yakni Hutan Lindung, kawasan Liang Anggang, Guntung Damar dan Pengayuan, titik api kini bergeser ke wilayah Jalan Gubernur Syarkawi dan Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Hanif menyebutkan, kawasan terdampak tersebut memiliki dua karakteristik utama yang memerlukan pendekatan berbeda. Sekitar 8.500 hektare merupakan lahan persawahan dengan sisa panen berupa jerami yang mudah terbakar, sedangkan sekitar 1.800 hektare lainnya merupakan lahan gambut di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi hingga Jalan Martapura Lama.
Untuk area persawahan, penanganan akan dilakukan dengan melibatkan Dinas Pertanian melalui upaya pembalikan tanah guna mengurangi potensi bahan mudah terbakar.
Sementara itu, kawasan gambut memerlukan upaya pemadaman dan pembasahan yang lebih intensif karena karakteristik lahnnya memungkinkan api bertahan di bawah permukaan tanah. MC Kalsel/Rns/ani
