BANJARBARU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaliantan Selatan bersama seluruh pemangku kepentingan dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait melakukan pemetaan kekuatan personel serta peralatan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan Blok Sambang Lihum atau di Jalan Gubernur Syarkawi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo, mengatakan, identifikasi dilakukan secara bersama-sama untuk menentukan wilayah yang memerlukan penanganan lebih intensif serta memastikan seluruh sumber daya dapat dikerahkan secara optimal.
“Blok kita identifikasi bersama seluruh stakeholder dan SKPD yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan. Dari hasil pengerucutan, konsentrasi penanganan lebih diarahkan ke Blok Sambang Lihum di Jalan Gubernur Syarkawi,” ujarnya, diBanjarbaru, Sabtu (10/10).
Rahmat menjelaskan, kawasan yang menjadi fokus penanganan tersebut selanjutnya dibagi ke dalam empat subblok. Pembagian dilakukan berdasarkan sektor usaha, meliputi perkebunan, pertambangan, kehutanan, serta sektor lainnya.
Setiap subblok kemudian dipetakan kembali ke dalam beberapa sektor kerja yang disesuaikan dengan wilayah dan perusahaan yang terlibat. Langkah ini bertujuan memperjelas pembagian tanggung jawab sekaligus memudahkan koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Menurutnya, pemetaan tidak hanya berfokus pada pembagian wilayah, tetapi juga mencakup pendataan kemampuan setiap perusahaan dan pihak yang terlibat, mulai dari jumlah personel, ketersediaan peralatan, hingga bentuk dukungan yang dapat diberikan.
“Kita sedang mengukur kekuatan untuk pelaksanaan besok, baik dai sisi peralatan maupun personel. Kita identifikasi masing-masing pihak, berapa tenaga yang bisa dihadirkan dan peralatan apa yang tersedia,” jelasnya. MC Kalsel/Rns/ani
